loading...


ilustrasi/tribunnews

JOGJA–Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Kota Yogyakarta kini menurun drastis.

Sebaliknya, penggunaan jenis BBM pertalite meningkat. Junior Officer Communications & Relation MOR IV Jateng DIY PT Pertamina Marthia Mulia Asri mengatakan, penurunan konsumsi premium dinilai berkat kesadaran masyarakat terhadap kualitas bahan bakar yang digunakan.

“Dibanding wilayah lain di Indonesia konsumsi premium di Jogja termasuk sedikit, artinya sudah banyak konsumen yang sadar dengan penggunaan BBM berkualitas buat mesin kendaraannya,” kata Tia kepada Tribun Jogja, Senin (19/11/2018).

Dari data MOR IV Jateng DIY per 28 Oktober penyerapan BBM tertinggi di wilayah Yogyakarta dibukukan oleh Pertalite sebesar 68% diikuti Pertamax 16,6% menggeser Premium yang pasarnya tinggal 15% diikuti BBB jenis lainnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kebutuhan Jelang Natal, BI DIY Siapkan Dana Rp 2,3 T

“Ini murni pilihan konsumen bukan pengurangan kuota. Terbukti pada bulan Ramadan lalu, ada kebijakan untuk membanjiri kembali premium. Pertamina mengikuti arahan tersebut dengan build up stock premium, namun justru lonjakan konsumsi terjadi pada Pertalite,” papar Tia.

Sementara, untuk BBM bersubsidi jenis premium kepopulerannya diakui terus tergerus. Tia mengungkapkan imbauan tidak menggunakan BBM bersubsidi jenis premium tertuang Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20 /MENLHK/ SETJEN/ KUM. 1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Tipe Kategori M, N, dan O (EURO 4).

Peraturan itu berlaku sejak 10 Maret 2017 untuk kendaraan tipe baru. Kemudian berlaku 10 Juli 2018 untuk kendaraan yang sedang diproduksi berbahan bakar bensin.

Baca Juga :  Jokowi dan Sri Sultan HB X Adakan Pertemuan Empat Mata, Apa yang Dibahas?

Meski di SPBU tidak ada peraturan yang ketat mengenai siapa saja yang berhak menggunakan BBM bersubsidi, saat ini konsumen sudah lebih teredukasi untuk menggunakan BBM berkualitas baik karena mereka bisa membandingkan keiritan dan performa mesin kendaraanya.

“Tak hanya Pertamina yang mensosialisasikan penggunaan BBM berkualitas. Gaikindo juga sudah campaign juga untuk pemilik kendaraan memakai bensin atau BBM sesuai manual booknya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Siswanto, mengungkapkan tingginya migrasi dari Premium ke BBM non subsidi merupakan keberhasilan kampanye Pertamina juga karena masyarakat sudah cerdas memilih bahan bakar.

Baca Juga :  Gunungkidul Punya Pantai Baru Yang Sunyi, Damai dan Indah, Patut Dicoba

Menurutnya, masyarakat yang beralih menggunakan BBM non subsidi, karena selisih harganya tidak jauh, lebih irit serta berkualitas. Belum lagi kini hampir seluruh SPBU telah menjual BBM jenis pertalite dan bahkan sampai ke tingkat pengecer.

www.tribunnews.com

Loading...