loading...
Penampilan tari kolosal memeringati HUT Karanganyar Minggu (18/11/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Peringatan HUT ke-101 Kabupaten Karanganyar Minggu (18/11/2018) berlangsung semarak. Dengan mengenakan busana Jawa, Pemkab Karanganyar menggelar upacara HUT yang dipusatkan di Alun-alun setempat.

Selain mengenakan busana Jawa, bahasa yang digunakan dalam upacara tersebut, juga menggunakan bahasa Jawa halus. Dalam upacara tersebut, jajaran Forkompinda juga melepaskan sebanyak 101 burung derkuku.

Upacara yang dimulai sekiatar pukul 08.30 WIB tersebut, mendapat perhatian dari ribuan warga Karanganyar. Selain ingin meyaksikan upacara, warga Karanganyar yang datang dari berbagai wilayah tersebut, juga ingin menyaksikan sejumlah atraksi, dintaranya, tarian kolosal yang diikuti  1.100 penari, atraksi Marching Band Gita Abdi Praja (GAP) dari  IPDN serta atraksi aeromodeling.

Baca Juga :  Perda RTRW Karanganyar Disahkan, Ini 3 Kecamatan Wilayah Zona Industri Yang Paling Diburu Investor!

Atraksi pertama yang memukau warga Karanganyar tersebut adalah tarian kolosal yang menceritakan perjuangan  Raden Mas Said dan Nyi Ageng Karang dalam merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda, hingga akhirnya dapat mendirikan sebuah kota yang bernama Karanganyar.

Usai atraksi tarian kolosal, masyarakat kembali disuguhkan dengan penampilan Marching Band GAP dari IPDN Jatinangor Jawa Barat. Penampilan Marching Band yang berdiri sejak tahun 1990 ini, memukau ribuan warga yang menyaksikan dari pinggir alun-alun.

Bupati Karanganyar, kepada awak media mengatakan, HUT satu abad karanaganyar merupakan hari yang sangat istimewa.

” Berikan yang terbaik untuk Karanganyar. Semoga ke depan semakin maju dan demokratis. Apapun yang kita abdikan, sekecil apapun kebaikan, untuk Karanganyar. Kami berharap, seratus tahun mendatang, Karanganyar masih tetap jaya,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua AMPG Karanganyar Dorong Pemkab Bangun Sirkuit Road Race Bertaraf Nasional. Bakal Jadi Icon Baru Karanganyar

Orang nomor satu di Karanganyar itu juga  berharap, seluruh elemen masyarakat di Lereng Gunung Lawu, terus menjaga nilai-nilai persatuan dan nilai Kebhinekaan, dalam bingkai Pancasila. Wardoyo