loading...
Loading...
Bangkai kambing warga Wonorejo, Jatiyoso yang diterkam harimau lawu dalam dua hari terakhir. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Serangan harimau Lawu makin merajalela. Hal itu membuat sejumlah peternak di Desa Wonorejo, Jatiyoso pilih menjual kambing mereka daripada jadi sasaran harimau yang mengamuk dalam beberapa hari terakhir.

Serangan kembali terjadi Kamis (22/11/2018) dini hari. Hewan buas itu menyerang 14 ekor kambing milik warga satu dusun tetapi berbeda RT, yakni di RT 002/RW 007.

Jaraknya sekitar 50 meter dari rumah Sayem.  Salah satu pemilik kambing yang diserang pada Kamis dini hari, Saminem, menyampaikan 11 ekor kambingnya diterkam dan mati. Harimau itu memakan kepala salah satu kambing dan sebagian kepala kambing lain. Sisanya dibiarkan mati dengan bekas gigitan di leher.

“Pukul 04.30 WIB [pada Kamis] ada suara ayam petok-petok. Saya cek ke kandang, lihat kambing mati. Enggak tahu kapan macan menyerang. Malam enggak dengar apa-apa. Kerugian sekitar Rp 8 juta-Rp 9 juta,” tutur dia.

Baca Juga :  DPRD Karanganyar Geram Ada Pasutri Miskin Didera Penyakit Kronis Tak Dapat Pengobatan Gratis. Sebut Pendataan Warga Miskin Tidak Maksimal! 

Kondisi itu membuat sejumlah warga khawatir. Mereka yang masih memiliki kambing memilih menjual kambing daripada habis disasar.

Salah satunya tetangga Sayem, Sido Raharjo. Dia menjual empat ekor kambingnya Rp 1,8 juta.

“Nyamar [khawatir] dibekuk kucing kados wau dalu, eman. Disade Rp1,8 juta untuk empat ekor. Enggak rugi,” paparnya kepada wartawan Jumat (23/11/2018).

Dari pendataan warga, total sudah 24 ekor kambing di Kecamatan Jatiyoso diterkam dalam tiga hari terakhir. Hal itu membuat warga dan Kepala Desa Wonorejo, Sudrajat, berinisiatif mengumpulkan kambing pada satu lokasi atau kandang.

Baca Juga :  Sambangi Pabrik Acidatama di  Karanganyar, Menteri Pertanian Ingatkan  Pengunaan Zat Kimia Yang Ramah Linkungan! 

Langkah itu untuk mempermudah pengawasan. Sudrajat menyampaikan warga lebih rajin melakukan siskamling sejak kejadian macan turun gunung.

Bahkan saat kejadian kali terakhir, mereka sedang melakukan siskamling. Warga melakukan siskamling tidak jauh dari rumah Sayem.

Mereka melanjutkan siskamling ke wilayah bawah. Saat itulah macan menerkam kambing Sayem.

“Kami motivasi warga meningkatkan keamanan agar tidak resah. Ternak dikumpulkan satu kandang untuk mempermudah pengawasan. Hanya kambing yang diterkam. Sapi banyak tetapi ditinggalkan. Siskamling akan dilakukan tersebar dan di tempat strategis. Selain itu kami akan membuat long bumbung dan dibunyikan. Itu untuk menghalau macan agar tidak masuk kampung,” tutur Sudrajat saat berbincang dengan wartawan, Jumat (23/11/2018). Wardoyo

Loading...