loading...
Aksi blokade tol Salatiga-Kartasura. Foto/Teras.id

SEMARANG- Pembangunan tol Salatiga-Kartasura mendapat penentangan warga. Puluhan warga yang didominasi petani ‘menduduki’ proyek jalan tol Salatiga – Kartasarura yang melintasi Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jumat (16/11/2018).

Mereka menagih janji pihak pelaksana proyek untuk mewujudkan akses jalan usaha tani yang selama ini tidak ada lantaran terkena proyek jalan tol Semarang – Solo seksi IV Salatiga – Kartasura.

Warga pada Jumat pagi tadi mendatangi proyek jalan tol yang masih dikerjakan. Mereka memasang bambu di proyek sehingga truk-truk proyek tidak bisa melintas. Warga Desa Kemetul juga memasang poster besar berisi kesepakatan bersama antara warga dan pelaksana proyek.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 11 Anggota Gangster All Star Timuran, Jargon Mereka Cilik Tapi Sangar

“Kami menduduki dan memasang bambu di proyek jalan tol sebagai protes karena pelaksana tidak memenuhi janji dan kesepakatan untuk membuatkan jalan usaha tani seperti yang telah ditandatangani pada pertemuan Oktober 2018 lalu. Sampai sekarang tidak terwujud,” ujar beberapa warga kepada wartawan.

Kepala Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Agus Sudibyo (45) mengatakan aksi warga ini lantaran tidak ada kejelasan mengenai hasil kesepakatan untuk membangunkan jalan usaha tani sepanjang  300 meter. Pihak JSN berjanji terealisasi pada 15 November 2018

Baca Juga :  Ratusan Kondom Bekas Ditemukan Berserakan di Kamar-Kamar Rumah Prostitusi Sungai Tayu Pati. Tarifnya Rp 150.000 Sekali Main, Rp 50.000 Masuk ke Kantong Germo

Namun kenyataannya tidak terwujud dan warga protes kembali.

“Warga kami menagih janji hasil kesepakatan,” tandas Agus Sudibyo kepada wartawan.

www.teras.id