JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Jos. Pemkab Wonogiri Dinobatkan Sebagai Pemerintah Daerah Dengan Pelayanan Publik Sangat Tinggi

Penerimaan penghargaan dari KemenpanRB untuk Pemkab Wonogiri.

IMG 20181128 WA0032
Penerimaan penghargaan dari KemenpanRB untuk Pemkab Wonogiri.

WONOGIRI-Pemkab Wonogiri dinobatkan sebagai pemerintah daerah dengan kinerja pelayanan publik sangat tinggi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Capaian ini tidak lepas dari kinerja dua unit kerja pelayanan. Yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dan RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso. Dua OPD ini berpedikat A- (Kualifikasi Pelayanan Sangat Tinggi) dan mendapatkan penghargaan lansung oleh Menteri PAN dan RB pada 27 November 2018 di Balai Kartini Jakarta.

Sedangkan satu unit kerja lainnya yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) memperoleh predikat B (Kualifikasi Pelayanan Tinggi).

Baca Juga :  Pasar Tirtomoyo Wonogiri Ditutup Alias Dilockdown Selama 5 Hari, Terhitung Sejak Tanggal 4 Hingga 8 Mei 2021

Kepala Dinas PMPTSP Wonogiri, Eko Subagyo mengatakan, capaian ini menjadi catatan positif bagi Pemkab Wonogiri. Bupati Wonogiri sejak awal mempunyai garis kebijakan yang jelas bahwa pemerintah daerah harus membaca harapan masyarakat secara umum.

Publik, jelas dia menginginkan pelayanan cepat, mudah, tidak berbelit-belit, transparan dan akuntabel. Sehingga unit kerja pelayanan harus terus berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan kinerja pelayanan yang sekurang-kurangnya sesuai dengan ekspektasi atau bahkan melebihi ekspektasi publik.

Baca Juga :  Santri Gayeng Nusantara yang Dipanglimai Taj Yasin Maimoen Dalam Ramadan Tahun ini Salurkan 18.000 Paket Sembako untuk Jateng di Wonogiri Diserahkan di Ponpes Nurul Anwar Godang Tirtomoyo

“Evaluasi pelayanan publik oleh Kemenpan dan RB menggunakan enam indikator utama yakni Kebijakan Pelayanan, Profesionalisme SDM, Sarana dan Prasarana Pelayanan Publik, Sistem Informasi Pelayanan Publik, Konsultasi dan Pengaduan serta Inovasi,” jelas dia.

Evaluasi pelayanan publik, ujar dia, terbagi dalam tiga tahapan. Pertama, Self Assessment oleh unit kerja pelayanan. Kedua, Validasi oleh Tim Kemenpan RB dan Lembaga Administrasi Negara. Ketiga, Survei persepsi masyarakat pengguna pelayanan.

“Dari pentahapan tersebut, maka evaluasi pelayanan publik merepresentasikan kinerja aktual Pemerintah Daerah,” sebut dia. Aris Arianto