JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kenangan Indah Semasa Hidup Sang Cucu di Mata Menko Polhukam Wiranto. Sampai Punya Panggilan Kesayangan 

Menko Polhukam, Wiranto saat memimpin prosesi pemakaman cucunya di Makam Keluarga Delingan, Karanganyar, Jumat (16/11/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Menko Polhukam, Wiranto saat memimpin prosesi pemakaman cucunya di Makam Keluarga Delingan, Karanganyar, Jumat (16/11/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, sangat kehilangan cucu kesayangannya, Ahmad Daniyal Alfatih (1,4). Ahmad yang meninggal karena terjatuh di kolam itu menyimpan banyak kenangan indah di mata sanh menteri.

Saat ditemui seusai prosesi pemakaman di Makam Keluarga Delingan, Karanganyar Jumat (16/11/2018), Wiranto mengatakan punya panggilan kesayangan untuk cucunya yang meninggal itu.

“Saya memanggil dia Si Belok. Sebab matanya terlihat lebar. Matanya bagus,” ujarnya berusaha tegar.

Baca Juga :  Ketua DPC PDIP Karanganyar Kaget Lihat 10 Lukisan Seniman Muda Peserta Lomba Melukis Bung Karno. Seperti Apa Penampakannya?

Tak hanya itu, Wiranto mengatakan sangat menyayangi cucunya.

“Tiap akhir pekan dia selalu dibawa ke rumah,” kenangnya.

Wiranto menguraikan selalu meluangkan waktunya untuk bermain dengan cucunya yang paling kecil itu. Ia pun menunjukkan foto lain saat dia bermain dengan cucunya yang terlihat pelontos.

“Saya sendiri yang mencukurnya hingga pelontos,” katanya. Rambut anak itu digundul habis dengan harapan bisa tumbuh lagi dengan lebih lebat.

Baca Juga :  Kronologi Kasus Pemerasan Puluhan Guru dan Kasek 11 TK Aisyiah di Karanganyar. Pelaku Gunakan Senjata Data Siswa, Menakut-Nakuti Lalu Minta Uang Damai Rp 5 Jutaan

Achmad yang baru berusia 1 tahun 4 bulan itu meninggal akibat terpeleset dan tenggelam di kolam ikan yang ada di rumahnya. Jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga di Delingan, Karanganyar.

Wiranto menyebut keluarga telah mengikhlaskan kepergian cucunya.

“Dia pergi dalam kondisi seperti kertas putih, belum memiliki dosa,” katanya.

Dia juga menyatakan terima kasih terhadap masyarakat yang memberikan simpati terhadap keluarganya yang tengah berduka. Wardoyo