loading...
Loading...
Caption : Simulasi bencana gempa bumi di Makodim 0728/Wonogiri. Foto : istimewa

WONOGIRI-Tidak seorangpun bisa memprediksi kapan bencana melanda. Ketika datang pun, bencana sering membuat panik warga.

Namun tidak bisa dipungkiri, justru kepanikan semacam ini kadang malah menimbulkan banyak korban jiwa. Berangkat dari hal itu Kodim 0728/Wonogiri mengadakan pelatihan evaluasi mandiri dalam simulasi gempa bumi, Jumat (16/11/2018) di Makodim Wonogiri.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M. Heri Amrulloh melalui Pasiops Kapten Arm Yadiman menyampaikan simulasi evakuasi mandiri dalam menghadapi gempa yang diadakan ini bertujuan seluruh anggota Kodim 0728/Wonogiri siap menghadapi kondisi saat terjadinya gempa. Mereka juga harus mengetahui bagaimana tindakan yang harus dilakukan.

Baca Juga :  Bencana Angin Lesus Melanda Sidoharjo dan Kismantoro Wonogiri. Kios dan Lapak Hingga Tenda Wayang Kulit Rusak, Irigasi Jebol Pohonpun Tumbang

“Simulasi ini sangat penting dilakukan mengingat wilayah kita merupakan daerah rawan gempa,” kata dia.

Simulasi ini juga dilakukan untuk menguji kesiapan dan kesigapan dari setiap anggota Kodim 0728/Wonogiri. Dengan adanya simulasi, anggota harus mengantisipasi terjadinya banyak korban, minimal meminalkan banyaknya korban jika terjadi bencana gempa.

Baca Juga :  Jadi Pahlawan Masa Kini, Polres Wonogiri Tanam 21.850 Bibit Pohon di Waduk Baran Puloharjo Eromoko

Sejumlah hal terungkap saat simulasi. Di antaranya sejumlah tips ketika gempa terjadi.

Misalnya jangan panik, segera berjongkok dan hindari benda–benda yang bisa menimpa badan. Gunakan kedua tangan atau benda disekitar yang dapat digunakan untuk melindungi badan khususnya bagian kepala maupun leher. Jauhi jendela kaca, rak, lemari, maupun barang–barang yang tergantung seperti lukisan, cermin, jam dinding, dan lainnya. Gunakan kedua tangan atau benda lain yang dapat untuk melindungi kepala dan leher.

Baca Juga :  Innalillahi, Warga Gedong Desa Girirejo Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri Ditemukan Tewas Tercebur Sumur

‘Ketika gempa bumi berlangsung seluruh anggota dan PNS, berlindung terlebih dahulu di tempat masing-masing hingga gempa bumi berhenti. Evakuasi dilakukan masing-masing pribadi menuju titik kumpul yaitu lapangan apel besar,” ujar dia. Aris Arianto

Loading...