loading...
Loading...
Kapolsek Gesi, Iptu Teguh (tengah) saat memimpin mediasi kedua kubu IKSPI dan PSHT yang sempat berselisih paham di Mapolsek Gesi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ketegangan terjadi antara kelompok pendekar kera saksi atau IKSPI dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kecamatan Gesi. Ketegangan yang diduga dipicu status Whatsapp (WA) itu bahkan nyaris berujung bentrok pada Jumat (23/11/2018) malam.

Data yang dihimpun, ketegangan antar kelompok silat itu semual berawal dari ketegangan antara dua anggota masing-masing kelompok itu, Sigit dan Arif. Pemicunya adalah ungkapan pada status WA yang diunggah oleh salah satu warga IKSPI.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gesi, Iptu Teguh Purwoko menyampaikan bahwa persoalan bermula dari kesalahpahaman antara warga IKSPI bernama Sigit dengan warga PSHT yang bernama Arif.

Perselisihan sebenarnya sudah terjadi beberapa minggu yang lalu. Kala itu, sudah didamaikan oleh ketua dari maing-masing perguruan di rumah Wahyu Retno Budiyanto, Ketua PSHT di Dukuh Tanggung RT 2 Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi.

Baca Juga :  Pengunjung Kian Sepi Omzet Anjlok Hingga 50 %, Ratusan Pedagang Pasar di Sragen Menjerit

Saat itu perdamaian disaksikan Ketua IKSPI, Endri dengan memanggil kedua warga yang berselisih namun tidak dibuatkan Surat Kesepakatan.

Rupanya kesepakatan malam itu tak mampu meredakan situasi. Perselisihan kembali membuncah dan puncaknya Rabu (21/11/2018) sekitar pukul 23.00 WIB, kedua warga yang selisih paham itu masih bertemu di depan SMKN 1 Gesi dan masih menyimpan rasa dendam.

Keduanya kembali terlibat adu mulut saat bertemu. Hal itu berkembang menjadi kabar bakal adanya bentrokan massal antar kedua perguruan di SMKN 1 Gesi.

Situasi di depan SMKN 1 Gesi malam itu sempat mencekam. Beruntung kehadiran aparat kepolisian mampu menetralisir dan mencegah bentrokan.

“Mendapat informasi itu, anggota kami langsung melaksanakan patroli dan diarahkan di depan SMKN 1 Gesi. Sehingga warga perguruan tersebut bubar dan tidak terjadi perkelahian,” ungkap Kapolsek Sabtu (24/11/2018).

Baca Juga :  Polemik PTSL Kembali Muncul di Sragen. Warga Katelan Tangen Tuding Biaya Rp 700.000 Tak Transparan, Panitia Klaim Peserta Sangat Puas Sampai Syukuran! 

Setelah bentrok tercegah, Kapolsek berinisiatif memanggil kedua warga perguruan tersebut dengan didampingi ketua masing-masing. Di hadapan Kanit Reskrim, kedua belah pihak diberikan pengarahan dan dimediasi.

“Ketua PSHT Wahyu Retno Budiyanto dan Ketua IKSPI Endri kami berikan himbauan agar selisih paham ini secepatnya diselesaikan secara kekeluargaan. Supaya tidak meluas antar perguruan dan kedua belah pihak saling meminta maaf dan memberi maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut,” jelas Kapolsek.

Sebagai bentuk penguat, mediasi itu dituangkan dalam Surat Kesepakatan Bersama (SKB) untuk tidak mengulangi hal tersebut. Kapolsek berharap dengan adanya perjanjian yang ditandatangi kedua belah pihak, permasalahan tersebut sudah dianggap selesai.

“Kami mengimbau hilangkan perasaan dendam satu sama lain dan terus merajut tali silahturahmi,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...