loading...
Loading...
Ilustrasi/tribunnews

SLEMAN – Datangnya musim hujan biasanya dibarengu dengan bencana banjir maupun tanah longsor.
Agar masyarakat mengetahui sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pemetaan daerah rawan banjir.

Dari data di BPBD DIY, setidaknya di Kabupaten Sleman terdapat dua wilayah yang  berpotensi mengalami bencana  banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menyebut Kali Buntung di Sinduadi, Mlati dan sungai di wilayah Pringwulung, yang terhubung dengan Kali Gajah Wong.

Baca Juga :  PN Yogyakarta Tutup Lapak PKL di Kawasan Gondomanan Yogyakarta, Pedagang Hanya Bisa Pasrah dan Ingin Bertemu Sri Sultan HB X

“Biasanya sering meluap kalau musim hujan seperti ini,” ujar Joko kepada Tribunjogja.com melalui sambungan telepon, Jumat (30/11/2018).

Joko menjelaskan, luapan tersebut terjadi lantaran adanya limpahan air dari kiri-kanan sungai.

Apalagi saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga :  Semua Rangkaian Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta Terbuka untuk Masyarakat Umum, Warga Antusias Saksikan Upacara Tumplak Wajik

Meskipun demikian, Joko memastikan bahwa banjir tersebut tidak perlu dikhawatirkan oleh warga sekitar.

“Itu biasanya sesaat dan tidak lama, karena hanya terjadi setelah hujan turun,” jelas Joko.

Secara khusus, Joko juga menyebutkan bahwa Kali Buntung juga rawan terjadi longsor. Penanganan pun langsung dilakukan dengan menumpuk karung pasir di pinggir kali.

Baca Juga :  Lapak Bakal Digusur, 5 PKL Gondomanan Gelar Aksi Topo Pepe di Depan Keraton Yogyakarta

Joko juga memastikan bahwa BPBD Sleman tetap siaga selama 24 jam penuh apabila terdapat laporan dari masyarakat jika terjadi banjir. Seluruh laporan dipusatkan ke Posko Pusdalops BPBD di Pakem.

“Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana juga sudah kami latih cara penanganan bencana,” kata Joko. #tribunnews

Loading...