JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Peternakan Didemo Warga, Begini Reaksi dari PT Sempulur Unggas Raya Karanganyar 

Puluhan warga saat berdemo menuntut penutupan peternakan ayam PT Sempulur Unggas Jaya di Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar, Rabu (21/11/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Puluhan warga saat berdemo menuntut penutupan peternakan ayam PT Sempulur Unggas Jaya di Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar, Rabu (21/11/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Aksi demo warga menuntut penutupan peternakan ayam milik PT Sempulur Unggas Raya di Desa Ngunut, Jumantono Rabu (21/11/2018) memantik reaksi dari pihak pengelola. Dengan dikawal pejabat Polres, pihak warga dan perusahaan kemudian difasilitasi untuk bermediasi.

Mediasi digelar di kantor Polsek Jumantono. Beberapa perwakilan warga hadir untuk menyampaikan tuntutannya.  Demikian juga dari PT. Sempulur Unggas Raya selaku pengelola peternakan, yang diwakili Pramudo dari bagian sumber daya manusia.

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

Dalam mediasi itu, Pramudo bersikukuh dari sisi perijinan, pihaknya sudah benar dan sudah sesuai prosedur. Saat ini, ijin HO selama lima tahun, secara otomatis diperpanjang.

“Yang menjadi kendala, warga minta kompensasi yang belum bisa kami penuhi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ulahnya Bikin Malu Dinas, 2 PNS Karanganyar Yang Diduga Terlibat Pemerasan bersama Oknum LSM Dipastikan Dijatuhi Sanksi Tegas. Kadinas: Tunggu Saja, Tidak Lama Lagi!

Meski demikian,  pihaknya tetap membuka diri, untuk bisa bermusyawarah dengan warga setempat.  Apalagi sebagian besar karyawan di peternakan adalah warga sekitar.

“Meski demikian, kami tetap berusaha membuka pintu dialog dengan masyarakat,” pungkasnya. Wardoyo