JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Santri TPQ Al Hidayah Bulu Sapu Bersih Sampah Museum Karst

Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Istimewa

WONOGIRI– Ada pemandangan berbeda di Museum Karst Pracimantoro pada  Minggu (25/11/2018). Puluhan anak tampak bersemangat memunguti sampah yang berserak di sekitar area museum. Dalam waktu beberapa menit, puluhan anak ini berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah, seperti bekas plastik makanan ringan, stik es krim, tisu, botol minuman ringan, dan lainnya. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan di tempat sampah yang sudah disediakan.

Sapu bersih sampah ini merupakan rangkaian kegiatan out bond dalam rangka yang diselenggarakan oleh Taman Pendidikan Al quran (TPQ) Al Hidayah, Dusun Bulu, Desa Baleharjo, Eromoko. Out bond adalah kegiatan berkala yang dilakukan sebagai bentuk refreshing sekaligus belajar di alam terbuka. Jika biasanya para santri belajar di masjid, maka kali ini mereka bisa belajar di salah satu warisan geopark dunia, yaitu Museum Karst Pracimantoro.

Selain aksi sapu bersih sampah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan materi motivasi yang diisi oleh instruktur outbond, yaitu Kak Tama. Awalnya para santri diajak untuk menyanyi sambil bertepuk dalam formasi berdiri melingkar.

Baca Juga :  Tes Urin Mendadak Bagi Prajurit TNI di Kodim 0728 Wonogiri Untuk Sisir Narkoba, Seperti Ini Hasilnya

Kegiatan dilanjutkan dengan tugas kelompok, yaitu mengumpulkan kata-kata yang tertulis di sekitar area Museum Kars. Kegiatan mengumpulkan dan merangkai kata ini bertujuan untuk mendidik para santri supaya mencari informasi sebanyak-banyaknya saat berada di tempat yang baru dikunjungi. Ini penting supaya mereka memahami karakteristik dan apa saja yang ada di tempat tersebut.

Permainan yang membangun kerjasama dan kreativitas kelompok juga dilakukan saat out bond. Setiap kelompok diberikan bahan baku berupa sedotan dan setiap kelompok diminta membuat kreasi menara sesuai imajinasi mereka. Kegiatan ini juga untuk melatih kepemimpinan dan kekompakan setiap kelompok sehingga diharapkan menjadi bekal oara santri saat dewasa kelak.

Dwi Suswatiningsih, salah satu pengajar di TPA Al Hidayah menyampaikan bahwa tujuan kegiatan out bond ini adalah agar persaudaraan di antara keluarga santri semakin erat sekaligus mereka bisa tadabbur alam, mensyukuri nikmat Allah di manapun mereka berada. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap lingkungan, perbedaan kenampakan alam dan buatan, serta kepedulian menjaga fasilitas umum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Petani Milenial Mesti Jadi Barometer Pertanian Organik

Kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling Monumen Kars dan wahana di sekitar museum, yaitu Goa Tembus, Goa Sodong, dan Pura. Memasuki puncak kegiatan, dilakukan ramah tamah dan refleksi bersama. Para santri diminta menceritakan kembali kegiatan yang sudah dilaksanakan dan mereka bisa saling menanggapi. Refleksi ini sekaligus dimanfaatkan oleh pengajar TPQ untuk memberikan penguatan nilai-nilai sesuai tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini.

Salah satu santri, Abdullah Faaiq Ramadhan mengaku senang mengikuti keguatan ini. “Saya sangat senang bisa bermain dan membersihkan lingkungan Museum Kars bersama teman-teman,” tuturnya dengan penuh semangat. Kegiatan diakhiri dengan makan bersama dan saling berbagi bekal yang mereka bawa dari rumah. Triawati PP