JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Setelah Maaf Prabowo Soal Tampang Boyolali dan Hoax Ratna Sarumpaet, Giliran Sandiaga Minta Maaf Telah Melangkahi Makam Pendiri NU

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
tempo.co

JAKARTA – Setelah Capres Prabowo Subianto meminta maaf terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet dan kasus “tampang Boyolali, giliran Cawapres Sandiaga Uno meminta maaf lantaran dinilai keliru telah melangkahi makam seorang Kiai.

Sebelumnya, kejadian tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ketua Direktorat Relawan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan menduga, kontroversi video Sandiaga yang melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, telah dikapitalisasi kubu lawan.

Menurut Ferry, apapun yang telah dijelaskan Sandiaga terkait kejadian tersebut akan dianggap keliru.

“Saya sih melihat fairness (keadilan) itu sudah tidak dibangun kalau orang yang biasa-biasa saja terus-terusan dikapitalisasi,” kata Ferry kepada wartawan saat ditemui seusai Deklarasi Nasional Relawan Prabowo Sandiaga di Gedung Rumah Jabatan Anggota DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2018).

Ferry menilai kontroversi semacam ini akan terus membayangi pasangan Prabowo – Sandiaga. Tidak hanya pasangan calon, tim sukses pun akan terkena imbas dari pertarungan politik menjelang Pilpres 2019.

Baca Juga :  WHO Akui, Ternyata Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara

Tentang polemik melangkahi makam, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang ini tidak yakin penjelasan apa pun dari Sandiaga bakal diterima oleh pihak pengkritik. Maka, ia meminta Sandiaga dan timnya untuk mengabaikan saja.

Ferry mengimbau untuk kampanye mendatang, baik tim sukses maupun pasangan calon harus berhati-hati bersikap dan bertutur. Sedangkan saat disinggung soal ujaran Sandiaga yang belakangan berbau menyerang, seperti politik lado, Ferry mengatakan ini adalah efek dari ujaran pedas kubu sebelah.

“Sebenernya Sandiaga menggunakan apa yang sudah dimulai, seperti dari kalimat-kalimat sontoloyo, genderuwo, buta-tuli,” katanya.

Belakangan, Ferry mengaku telah bersepakat dengan seluruh awak Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga untuk menggunakan kata-kata santun dalam kampanye. Dengan begitu, mereka bakal memperoleh simpati.

Baca Juga :  Peserta Kartu Prakerja Berani Palsukan Identitas, Bisa Ditutut

 

Kontroversi soal sikap Sandiaga ini tengah ramai dibincangkan di media sosial.  Ace Hasan Syadzily yang merupakan juru bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja kubu Joko Widodo – Ma’ruf Amin menyentil Sandiaga yang dinilai bersikap keliru.

Saat ziarah, Sandiaga disebut telah melangkahi makam KH Bisri Syansuri. Bukti Sandiaga melangkahi makam itu tertuang dalam video yang viral di media sosial. Dalam tayangan 15 detik, Sandiaga tampak menaburkan bunga di makam KH Bisri Syansuri dan tak lama kemudian ia melangkahi makam itu. Kritik juga bergulir dari petinggi PBNU, Nasyirul Fallah Amru.

Atas perilakunya yang dinilai salah,  Sandiaga meminta maaf.

“Saya minta maaf atas kejadian yang sekarang menjadi kontroversi,” kata Sandiaga melalui sebuah rekaman audio yang dikirimkan kepada Tempo, Selasa (13/11/2018) siang.

www.tempo.co