loading...
Loading...
tempo.co

JAKARTA – Video kampanye saat capres Prabowo Subianto di Boyolali, Selasa lalu, (30/10/2018), ramai di media sosial. Dalam konten video itu, Prabowo menjuluki audiensnya dengan ‘tampang Boyolali’ ketika berseloroh.

Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, menuturkan kalimat Prabowo bukan masalah bila tak ada yang memantik isu negatif. Menurut Andre, video Prabowo menjadi ramai karena ada pihak yang sengaja memanas-manasi.

“Video di Boyolali Pak Prabowo itu digoreng oleh orang PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Penggorengnya namamya Tsamara,” kata Andre. Andre menilai, Tsamara Amany yang menjabat sebagai Ketua DPP PSI, sengaja menggiring isu tentang ujaran capres nomor urut 02 itu sebagai bentuk penyerangan.

Baca Juga :  Merasa Punya Rekomendasi Menag Sebelum Ganti Kabinet, FPI Emoh Perpanjang Izin di Kemendagri

Ia pun melihat, selain memukul lawan, ini adalah salah satu langkah PSI untuk menggencarkan modus operandi numpang tenar. Sebab, ujar dia, partai berlambang bunga mawar itu masih parnoko alias partai nol koma. Artinya, elektabilitas partai tersebut di bawah 1 persen.

Andre menyayangkan isu itu menjadi ramai. Musababnya, masyarakat tak melihat video secara utuh. Gambar bergerak yang dibagikan di media sosial, ujar Andre, sengaja sudah dipotong sehingga warganet tak mengerti konteksnya.

Baca Juga :  Viral Cerita Lucu Harbolnas, Beli Kaos Ukuran Besar (L) Seharga Rp 6.160, Pas Dipakai Jadinya Begini

Menurut Andre, ujaran Prabowo itu berhubungan dengan isu ketidaksejahteraan. Adapun guyonan tampang Boyolali adalah untuk menyindir keadaan masyarakat yang berada di level tidak sejahtera. “Lagi pula pesertanya enggak ada yang protes,” ucapnya.

Andre pun menceritakan, dalam video itu, Prabowo tengah menyinggung perihal hotel-hotel mewah dan ketidakmampuan masyarakat akar rumput untuk menjamahnya. “Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal ada di Jakarta,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Kasus Video 3 Lawan 1 Vina Garut, Berkas 2 Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa Vina Berkerudung Hitam

Prabowo lalu mengabsen tiga nama hotel bintang lima di Ibu Kota. Setelah itu, ia mengatakan bahwa ejaannya sulit hingga masyarakat saja tak mampu mengucapkannya. Prabowo lantas berujar bila audiensnya saat itu masuk hotel mewah, mereka akan diusir.

“Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian ya tampang Boyolali. Betul?” ujar Prabowo. Peserta kampanye terdengar tertawa. Lontaran kalimat ini menjadi kontroversi lantaran candaan Prabowo ditangkap sebagai kalimat yang tidak sopan.

www.tempo.co

Loading...