loading...
Loading...
Suasana Dukuh Dayu, Desa Jurangjero, Karangmalang yang ditetapkan sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas oleh Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Polres Sragen merintis Kampung Dayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas. Budaya tertib berkendara dan minimnya kejadian kecelakaan di kampung itu menjadi alasan Polres menjatuhkan pilihan untuk Kampung Dayu.

Kampung kelahiran Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati itu ditetapkan sebagai kampung Tertib Lalu Lintas dan pilot project di Sragen.

Baca Juga :  Fix, UMK Sragen 2020 Resmi Diusulkan 1,8 Juta ke Gubernur. Naik 8,51 % dari Tahun Lalu 

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasatlantas AKP Dani Permana Putra mengungkapkan penunjukan Kampung Tertib Lalin itu juga sebagai tindaklanjut instruksi Korlantas tentang Pembuatan Kampubg Tertib Lalu Lintas.

“Kampung Dayu dipilih karena budaya tertib berlalu lintas warganya. Namun yang menonjol adalah di kampung itu tidak ada kasus kecelakaan selama kurun satu tahun ini,” papar Kasatlantas, Rabu (14/11/2018).

Baca Juga :  Innalillahi, Korban Kecelakaan Maut di Sumberlawang Sragen Ternyata Mahasiswi Asal Pati. Motor Scoopynya Ringsek Tak Berbentuk 
Kasat Lantas AKP Dani Permana Putra saat berpose bersama dengan tim usai penuntasan sarana Kampung Lalu Lintas di Dukuh Dayu, Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, Selasa (13/11/2018). Foto/Wardoyo

Lebih lanjut, AKP Dani menguraikan saat ini proses pembuatan kelengkapan prasarana kampung lalu lintas sudah tuntas. Penetapan kampung Ndayu itu diharapkan bisa menjadi percontohan bagi desa dan kampung lain di Sragen agar mencontoh budaya tertib lalin dan zero kecelakaan di Dayu.

Baca Juga :  Kebakaran Dahsyat Gudang Pabrik Mebel Dekat Pabrik Jokowi di Kalijambe, 7 Mobil Pemadam dari 3 Kabupaten Dikerahkan Jinakkan Api

“Harapannya hal-hal positif utamanya budaya tertib berlalu lintas dan nihil kasus kecelakaan itu bisa menular ke desa lain. Sehingga ke depan semua desa bisa menjadi kampung tertib lalu lintas dan masyarakat bisa menjadikan budaya tertib berlalu lintas itu sebagai kebutuhan bukan keterpaksaan. Karena tertib itulah kunci dari keselamatan berkendaraan,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...