loading...
Loading...
Wawan Hari Purwanto/foto: tempo.co

JAKARTA– Badan Intelijen Negara (BIN)menengarai ada 41 masjid di lingkungan kantor pemerintahan yang terpapar paham radikalisme.

Oleh karena itu, pihaknya kini tengah melakukan pendekatan dan pengawasan terhadap puluhan penceramah yang diduga menyebarkan paham radikal tersebut.

“Sekitar lima puluhan, sekarang masih terus didekati,” kata Juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).

Wawan mengatakan pengawasan tersebut dilakukan sejak Juni lalu setelah Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menyerahkan penelitiannya terkait 41 masjid di lingkungan kementerian dan BUMN terpapar paham radikalisme.

Baca Juga :  Ini Kumpulan Ucapan Selamat Hari Pahlawan Cocok untuk Update di Medsos Instagram hingga WahatsApp

Survei tersebut dilakukan terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah di masjid tersebut.

Menurut Wawan, penyebaran konten radikalisme tersebut terbagi dalam tiga kategori. Mulai dari kategori rendah untuk konten yang masih bisa ditolerir, kategori sedang untuk konten yang harus disikapi sampai pada kategori tinggi untuk kontem yang sudah berisikan ceramah berbau perang, atau mendorong gerakan ke arah ISIS atau Marawi.

Baca Juga :  Airlangga Masih Berharap Bamsoet Tak Maju di Bursa Ketum Golkar

“Kalau kategori tinggi sudah menimbulkan pengaruh ke emosi, di dan opini publik. Ini butuh tindakan yang lebih tajam lagi untuk menetralisir,” kata Wawan.

Hingga saat ini, menurut Wawan, BIN masih melakukan pemberdayaan secara intensif sampai para penceramah tersebut tidak lagi menyampaikan paham radikalisme.

Wawan mengatakan pembinaan tersebut mulai dari pendekatan hingga literasi agar ceramah yang disampaikan berisikan pesan-pesan yang menyejukan.

Baca Juga :  Fatayat NU Gelar Konferensi Internasional Islam ke-7, Hadirkan Pembicara dari Berbagai Negara

“Ini upaya agar penyebaran paham radikal tidak menyebar lebih luas,” ujarnya.

Menurut Wawan, BIN pun telah berkoordinasi dengan lembaga dan organisasi terkait, seperti Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia hingga Dewan Masjid Indonesia dalam pemberdayaan dan pembinaan kepada pengelola masjid dan puluhan penceramah yang terpapar radikalisme.

www.tempo.co

Loading...