loading...
Loading...
Warga dan petugas saat mengevakuasi jasad petani yang tewas di sumur sawah Kedungupit, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga Desa Kedungupit, Sragen digegerkan dengan temuan salah satu warga yang tewas di dalam sumur. Korban yang diketahui bernama Parmono (53) ditemukan tewas di dasar sumur di sawahnya.

Petani asal Dukuh Tanjang RT 22/7, Kedungupit itu ditemukan tak bernyawa di dasar sumur berkedalaman enam meter di areal persawahan Tanjang.

Data yang dihimpuh di lapangan, insiden terjadi Rabu (28/11/2018) siang pukul 12.50 WIB. Jasad korban kali pertama ditemukan oleh Triswoyo (48) tetangga taninya.

Menurut penuturan saksi, siang itu ia dan korban pergi ke sawah yang ada di Dukuh Tanjang, Kedungupit, untuk memasang mesin diesel di dalam sumur yang kedalamanya sekitar 6 meter. Sebelum sampai di lokasi, korban menyuruh saksi untuk membeli sparepart mesih diesel.

Baca Juga :  Biaya PTSL Sejumlah Desa Bermasalah, Bupati Sragen Tegaskan Biaya Rp 600.000 Sebenarnya Sudah Cukup. "Kalau Narik Lebih, Kita Tak Cawe-cawe!"  
Lokasi sumur maut di Kedungupit Sragen. Foto/Wardoyo

Kemudian korban pergi ke sawah terlebih dahulu. Selesai membeli sparepart Triswoyo langsung menuju ke sawah. Alangkah terkejutnya sesampai di sawah, ia melihat korban sudah berada di dalam sumur namun dalam posisi tertelungkup.

Mendapati keadaan tersebut, saksi langsung teriak minta pertolongan warga dan menghubungi BPBD. Evakuasi dilakukan tim gabungan BPBD, PMI, warga dan petugas kepolisian.

Baca Juga :  Jumlah Korban Ambruknya SMKN 1 Miri Sragen Bertambah Jadi 23 Orang. Berikut Daftar Nama Lengkap Berikut Lokasi Rumah Sakitnya! 

Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur kemudian korban dibawa ke RSUD Sragen untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman dikonfirmasi Kamis (29/11/2018) membenarkan adanya insiden tersebut. Dari hasil pemeriksaan medis dan olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

“Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jenasah langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. Wardoyo

Loading...