loading...
Loading...
Danramil 019/Tanon. Kapten (Inf) Daryanto (kanan) saat memimpin anggotanya membedah rumah Suratmi janda veteran berusia 80 tahun di Dukuh Bangan, Desa Ketro, Tanon, Kamis (22/11/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kisah penderitaan Suratmi (80), mantan pejuang kemerdekaan RI asal Dukuh Bangan RT 1, Ketro, Tanon, Sragen memantik empati dari Koramil setempat. Trenyuh melihat ada veteran yang hidup memprihatinkan, Danramil 19/Tanon, Kapten (Inf) Daryanto langsung bergerak mengerahkan anggotanya untuk berjuang merehab rumah Suratmi.

Rehab dimulai Kamis (22/11/2018) pagi. Tercatat ada 10 personel Koramil dan dipimpin lansung oleh Danramil terjun memperbaiki rumah veteran malang tersebut.

“Awalnya ada laporan anggota kalau ada janda veteran Bu Suratmi yang rumahnya sangat tidak layak. Kemudian dicek oleh anggota ternyata benar. Beliau ini kalau hujan rumahnya trocoh dan tidur di luar. Makanya hari ini dalam rangka Hari Juang Kartika, kita terjun langsung bersama anggota dibantu warga membangun RTLH milik Bu Ratmi ini,” papar Danramil mewakili Dandim 0725/Srg Letkol Kav Luluk Setyanto ditemui di lokasi Kamis (22/11/2018).

Baca Juga :  Misteri Kebakaran Dahsyat 2 Gudang Pabrik Mebel Dekat Pabrik Jokowi di Kalijambe. Begini Analisa Polisi!

Danramil menguraikan rehab rumah milik Suratmi itu diawali dengan iuran. Ada yang menyumbang semen 30 sak, material pasir, asbes dan lainnya.

Rupanya hal itu akhirnya menggerakkan beberapa pihak untuk ikut membantu. Dari pihak desa, pihak ketiga hingga Kecamatan juga rame-rame ikut menyumbang material.

“Setelah dari kami, lalu pihak desa ikut mbantu, dari kecamatan hari ini juga datang Kasie Trantib dan Kasie Kesra sekalian juga ikut mbantu. Alhamdulilah ini bisa dimulai secara sengkuyung. Tenaganya gotong royong. Dari Koramil kita terjunkan 11 orang bersama Danramil. Dari warga 12 orang dan dari Ormas Banser juga ikut membantu,” terang Kapten Daryanto.

Baca Juga :  Kisah Perjuangan Dramatis 2 Polisi Selamatkan Persalinan Ibu Hamil di Pelosok Gunung Kemukus Sragen. Sempat Panik Saat Lihat Bayi Terlanjur Lahir di Mobil Patroli

Lebih lanjut, ia menguraikan aksi bedah rumah itu digelar sebagai wujud penghargaan TNI dan pemerintah atas pengabdian serta jasa Mbah Ratmi sebagai veteran.

Ia berharap apa yang dilakukan itu bisa sedikit meringankan beban Mbah Ratmi dan bisa membangunkan rumah yang lebih layak. Proses bedah rumah ditargetkan bisa selesai dalam 10 hari ke depan.

“Harapannya setidaknya bisa memperbaiki rumahnya sehingga lebih nyaman ditinggali di hari tuanya saat ini,” tukas Danramil.

Mbah Ratmi saat dikunjungi Tim UPTPK. Foto/Wardoyo

Kades Ketro, Wiratno menyampaikan apresiasi atas kepedulian Koramil 19 Tanon. Ia mengakui sangat berterimakasih atas inisiatif Danramil yang telah membantu mengentaskan RTLH salah satu warganya itu.

“Bu Suratmi ini memang veteran dan tinggal sebatang kara. Ceritanya kemarin pas acara forum Kades, dari anggota Koramil menyampaikan apakah ada warga veteran yang tinggal di RTLH. Saya sampaikan ada, lalu ada bantuan semen 30 sak dari Koramil. Materialnya juga dibantu koramil kalau pengerjaannya ini gotong royong Koramil dan warga. Warga kita gilir gotong royongnya,” ungkap Wiratno.

Baca Juga :  Menguak Mitos Mengerikan di Kampung Anti Sinden Singomodo Jenar Sragen. (1) Tak Boleh Ada Suara Sinden, Berani Melanggar Nyawa Taruhannya 
Foto/Wardoyo

Tak lama berselang, tim UPTPK Kabupaten Sragen juga datang menyurvei kondisi rumah Mbah Ratmi. Namun keduluan sudah dibongkar dan direhab oleh Koramil.

Mbah Suratmi pun tak mampu menyembunyikan rasa terimakasihnya atas kepedulian anggota Koramil Tanon.

Mugi ndang selesai. Biar nggak trocoh lagi Mas. Matur nuwun Pak Tentara mpun dibangunke omah sae,” tutur Suratmi. Wardoyo

 

Loading...