Usai Sontoloyo, Kini Jokowi Sebut Ada Politikus Genderuwo. Ini Penjelasannya

-

Presiden Jokowi saat memberi keterangan pers di Pendopo Sidoarjo, Minggu (28/10/2018). Foto: tribunnews
 

SLAWI- Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jokowi membagikan sertifikat tanah di GOR Trisanja Slawi. Seusai itu Presiden Jokowi meresmikan ruas tol Pejagan-Pemalang di gerbang tol Tegal di Desa Kalimati, Kecamatan Adiwerna, Jumat (9/11/2018).

Jokowi sempat menyindir politikus yang doyan menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini. Ia menyebutnya sebagai politikus gerenduwo .

“Ya politikus gerenduwo itu yang melakukan cara- cara berpolitik dengan propaganda. Menakut-nakuti dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” kata Jokowi.

Baca Juga :  Jadi Bintang di ILC, William PSI Dicecar Pertanyaan

Dalam Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) genderuwo adalah hantu yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu tebal.

Jokowi menjelaskan bahwa saat ini banyak politikus yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang menakutkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Coba lihat politik dengan propaganda menakutkan. Membuat takut dan kekhawatiran. Setelah itu membuat sebuah ketidakpastian. Kemudian menjadi keragu raguan di masyarakat,” ucapnya usai peresmian tol.

Baca Juga :  Jokowi Siap Gigit Siapapun yang Coba Halangi Langkahnya

Menurutnya, cara berpolitik semacam itu bukanlah berpolitik yang beretika. Masyarakat digiring ke arah ketakutan sehingga terkesan kondisi Indonesia mencekam.

Baca Juga :  Ibu Negara Iriana Jokowi Minta Doa Untuk Kelancaran Proses Persalinan Selvi Ananda dan Cucunya

Cara berpolitik seperti itu dikatakan dapat memecah persatuan bangsa. Sehingga, Jokowi menegaskan masyarakat harus bisa berpikir kritis dan pintar dalam menghadapi situasi.

Dia menekankan momen tahun politik hanya lima tahun sekali dan jangan sampai pesta demokrasi ini justru menimbulkan bibit-bibit perpecahan antar masyarakat.

“Cara berpolitik seperti ini jangan diteruskan lah. Stop,” tegas mantan Wali Kota Solo itu.

Baca Juga :  Putrinya Lahir, Gibran : Wajahnya Agak Mirip Jan Ethes, Semoga Kelahiran Anak Kedua Saya Membuat Kota Solo Makin Adem

Ia harapkan politik di Indonesia penuh dengan kegembiraan dan kesenangan, bukan ketakutan.

“Namanya juga pesta demokrasi, yang namanya pesta itu penuh dengan kegembiraan. Biarkan masyarakat dengan kematangan politiknya memberikan suara untuk memilih,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadi Bintang di ILC, William PSI Dicecar Pertanyaan

Jokowi mengatakan harus ada hijrah sikap saat tahun politik ini. Hijrah dari pesimisme ke optimisme, hijrah dari kegaduhan ke persatuan dan kerukunan.

Ketika ditanya siapa politikus yang dimaksud, Jokowi hanya tersenyum dan mengatakan sambil lalu, “Ya dicari aja politikusnya,” ucapnya.

www.tribunnews.com

- Advertisment -

Must Read

Ogah Dibawa Berobat, Pria di Krandegan Nekat Gorok Leher Sendiri Hingga...

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Kebumen digemparkan dengan adanya peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh seorang warga Desa Krandegan, Kecamatan Puring. HW (31) nekat menghabisi nyawa...