loading...
Kondisi 6 warga Karanganyar saat dievakuasi menuju kepulangan ke Karanganyar dari Palu. Foto/Istimewa

KARANGANYAR- Warga Karanganyar yang terdampak tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala mendapatkan bantuan dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk jatah hidup (jadup).

Jumlah anggaran yang dikeluarkan Pemkab Karanganyar sebesar Rp 273 juta dan diberikan pada 95 kepala keluarga (KK) atau 304 jiwa. Bantuan tersebut hanya diberikan untuk satu bulan saja.

Bupati Juliyatmono sebut bantuan itu digunakan untuk jatah hidup (jadup) bagi warga Karanganyar yang menjadi korban dampak gempa tsunami. Perinciannya masing-masing jiwa (orang)  mendapat Rp 30.000 per hari selama satu bulan, atau total seluruhnya Rp. 900.000 per jiwa.

“Dana tersebut dianggarkan melalui APBD perubahan. Dan diberikan selama satu bulan. Kami berharap, agar jadup ini dimanfaatkan dengan baik,” papar Juliyatmono, Jumat (28/12/2018).

Baca Juga :  Hasil Identifikasi, Mayat Bayi Membusuk Dalam Kardus di Dekat Waduk Lalung Karanganyar Diduga Sudah Seminggu Lebih Meninggal. Diotopsi di Solo, Polisi Buru Pembuangnya

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengucurkan bantuan kelompok usaha bersama (KUBE) dari Kementerian Sosial (Kemensos) masing-masing sebesar Rp. 20 juta per kelompok. Selain itu disalurkan juga  bantuan sepeda motor roda tiga untuk warga disabilitas.

Yuliyatmono dengan tegas sampaikan,  bantuan tersebut diberikan untuk kelompok usaha kelontong, ternak. Yang disalurkan melalui rekening bank. Dan bantuan usaha untuk kelompok yang telah diterima, harus digunakan untuk usaha. Tidak diperbolehkan untuk keperluan lain selain usaha.

Bantuan tersebut lanjut Juliyatmono,  langsung diberikan melalui rekening bank yang telah ditunjuk, dan tidak ada potongan sepeserpun.

“Kami hanya mengusulkan, pihak kementrian yang menentukan karena dana itu berasal dari Kementrian. (bantuan) KUBE sendiri rutin setiap tahun,” ucapnya.

Sementara itu anggota DPR RI Komisi VIII, Endang Maria Astuti, sebagai wakil rakyat akan terus mengusulkan ke Kementerian Sosial bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi masyarakat. Para kelompok penerima diharapkan mampu mengelola bantuan dana untuk kesejahteraan bersama.

Baca Juga :  Kumpulkan Calon Kades, Kapolres Karanganyar: Sing Kalah Kudu Legowo!

“Tahun 2019 ada 100 KUBE yang kita ajukan namun realisasinya belum tahu. Dana yang diterima nantinya diusahakan tanpa adanya potongan,” tuturnya. Wardoyo