JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Berlakukan Tiket Masuk, De Tjolomadoe Tambah “Pengalaman” Baru

Para pengunjung melihat koleksi museum De Tjolomadu. Foto : Dok
PPDB
PPDB
PPDB

museum colomadu
Para pengunjung melihat koleksi museum De Tjolomadu. Foto : Dok

KARANGANYAR– PT Sinergi Colomadu selaku pengelola De Tjolomadoe mulai memberlakukan tarif tiket masuk kawasan mulai Sabtu (8/12/2018) dengan harga tiket Rp. 25.000,-. Pemberlakuan tiket masuk sekaligus mengakhiri masa gratis memasuki gedung De Tjolomadoe yang sudah berlangsung sejak 24 Maret 2018 Ialu.

Pengunjung tetap dapat menikmati fasilitas yang ada di dalam kawasan, seperti mengunjungi area gedung ex Pabrik. De Tjolomadoe juga menghadirkan experience baru yaitu Museum De Tjolomadoe yang berlokasi di area Stasiun Karbonatasi. Soft Opening Museum De Tjolomadoe dilaksanakan Sabtu, 8 Desember 2018 pukul 10.00 WIB dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Karanganyar, Titis Jarwanto dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Baca Juga :  Sudah 600 Lebih OTG Covid-19 Dirawat di Asrama Haji Donohudan, Sebagian Besar dari Kudus

Presiden Direktur Utama De Tjolomadoe Rachmat Priyatna mengungkapkan, Museum De Tjolomadoe menyajikan informasi mengenai sejarah Pabrik Gula Tjolomadoe dari berbagai aspek, meliputi sejarah gula dunia, aspek ekonomi-politik, aspek sosial-budaya, aspek arsitektur serta aspek geografis. Dengan presentasi visual modern, pengunjung dari berbagai usia dapat menikmati pengalaman berbeda saat mempelajari sejarah pabrik gula.

“Museum De Tjolomadoe turut menggandeng seniman-seniman asal Yogyakarta seperti Rara Kuastra dan Putud Utama atau Tempa, Studio Batu, pematung senior Wilman Syahnur, serta Prihatmoko Moki, untuk menghadirkan instalasi instalasi interaktif,” ujarnya, Sabtu (8/12/2018).

Baca Juga :  Angel Kandanane! Pesta Miras dan Motor Berknalpot Brong, Puluhan Pemuda Diciduk dan Diangkut ke Mapolresta Solo

Museum De Tjolomadoe menampilkan koleksi arsip dan artefak dari Pabrik Gula Tjolomadoe, disertai dengan narasi menarik, serta dipresentasikan dengan memadukan konsep 2 dimensi serta digital.

“Kami harapkan hadirnya Museum ini mampu menjadi connector atau hub, antara pengunjung dengan sejarah berdirinya De Tjolomadoe. Per Oktober 2018, De Tjolomadoe dilengkapi dengan Toko Souvenir Resmi: Goela, yang menjual beragam souvenir khas De Tjolomadoe seperti gantungan kunci, gelas, pouch, pakaian, topi, cokelat, dan lain sebagainya, untuk dijadikan buah tangan oleh pengunjung kepada kerabat dan keluarga,” imbuh Rachmat. Triawati PP