loading...
Loading...
Bupati Karanganyar saat mengikuti tes VCT untuk mendeteksi HIV/AIDS. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit mematikan. Karena itu para generasi muda harus mewaspadai bahayanya dan berpegang kuat pada nilai agama dan akidah.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono ketika menghadiri kegiatan sosialisasi HIV/AIDS di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (12/12/2018). Menurutnya generasi muda saat ini harus mampu menahan godaan dari budaya luar yang tidak sesuai.

Narkoba dan seks bebas saat ini seperti bukan menjadi hal tabu bagi generasi muda. Apalagi seks bebas dan narkoba rentan akan terjangkit penyakit HIV/AIDS.

“Perkuat nilai agama sebagai benteng diri. Jauhi perilaku menyimpang dan pergaulan tidak sehat,” pesannya.

Baca Juga :  Klaim Kandang Banteng, PDIP Jawa Tengah Sesumbar Targetkan Kemenangan 60 % di Pilkada Serentak 2020 di 21 Kabupaten Kota

Bupati menambahkan Pemkab sendiri terus berupaya melakukan sosialisasi bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Pihaknya pun berencana akan memberlakukan jam belajar siswa.

“Maghrib sampai Isya menjadi jam wajib belajar dan berkumpul keluarga di rumah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengingatkan para generasi muda untuk tetap fokus pada cita-cita serta menghindari perilaku menyimpang untuk mencegah penyebaran dan terjangkit HIV/AIDS.

“Jangan sampai kena karena penyakit ini belum ada obatnya, hanya untuk memperlambat penyebaran virusnya saja,” katanya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan deklarasi dan penandatangan kesepakatan bersama pencegahan bahaya HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Baca Juga :  Semua PNS di Karanganyar Diminta Lunasi PBB Sebelum Awal Februari 2020. Ini Alasannya!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga berkesempatan melakukan tes VCT yakni konseling dan tes positif atau negatif terindikasi HIV/AIDS yang dijamin kerahasiaannya. Wardoyo

Loading...