JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komite dan Warga Sidoharjo Resah Lapangan SMPN 2 Diduga Dirombak Jadi Sawah dan Dijual Secara Diam-diam. Desak Dinas Segera Turun Tangan

Warga menunjukkan kolam yang dikeruk di sudut timur Lapangan SMPN 2 Sidoharjo dan sumur sibel yang dibangun di lapangan yang terindikasi dijual untuk dijadikan sawah. Foto/Wardoyo
Warga menunjukkan kolam yang dikeruk di sudut timur Lapangan SMPN 2 Sidoharjo dan sumur sibel yang dibangun di lapangan yang terindikasi dijual untuk dijadikan sawah. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga dan Komite SMPN 2 Sidoharjo Sragen mempertanyakan pembongkaran lapangan sekolah setempat yang diduga hendak dijadikan sawah. Mereka pun menolak tegas dan siap melawan lantaran hasil penelusuran, lapangan itu dirombak jadi sawah dan diduga sudah dijual diam-diam oleh sekolah.

Kegeraman itu diungkapkan sejumlah warga, wali murid dan komite saat mengecek ke lokasi lapangan SMPN 2 Sidoharjo di belakangan sekolah  yang berlokasi di Dukuh Ngemplak, Taraman Sidoharjo itu. Mereka geram lantaran lapangan yang sebelumnya menjadi tempat olahraga siswa dan kegiatan masyarakat, kini sudah dibajak.

Sekretaris Komite SMPN 2 Sidoharjo, Supardi mengaku terkejut mendengar kabar lapangan sekolah yang dirombak jadi sawah dan dijual itu. Pasalnya selama inui dari sekolah tak pernah meminta persetujuan maupun mengajak berbicara soal perombakan lapangan.

Indikasi itu diperkuat dari hasil penelusurannya ke salah satu warga yang mengaku telah membeli lapangan itu secara sewa dengan nilai Rp 4 juta setahun dan membuatkan sumur sibel senilai lebih dari Rp 10 juta.

Baca Juga :  Ratusan Kader PDIP Sragen Ikuti Senam Massal Sicita Pecahkan Rekor MURI. Ketua DPC Ajak Masyarakat Gelorakan Semangat Olahraga

“Ini jelas enggak benar. Aturan apapun dari Permendikbud, UU apapun Kaseknya sudah menyalahi. Lapangan untuk kegiatan siswa kok diam-diam dijadikan sawah dan dijual. Kemarin saya telusuri pembelinya orang seberang Gawan, namanya Pak Wid. Ngakunya membeli Rp 4 juta dengan syarat diminta buatkan sumur sibel. Kalau ditotal ini dijual Rp 14 juta lebih,” paparnya diamini warga lain Sabtu (8/12/2018).

Warga dan perwakilan komite SMPN 2 Sidoharjo saat mengecek ke lapangan, Sabtu (8/12/2018). Foto/Wardoyo

Menurutnya apapun alasannya, langkah sekolah menghapus lapangan dan menjual jadi sawah itu tak bisa dibenarkan. Sebab itu adalah aset megara yang disediakan untuk kegiatan pendidikan dan olahraga siswa.

Karenanya, ia mendesak dinas terkait untuk mengusut tuntas kasus itu lantaran sudah menyalahi aturan dan kewenangan.

“Kami menolak tegas. Harusnya lapangan dan sarana pendidikan itu dibangun lebih bagus. Lha kok ini sudah ada malah dirombak dan disewakan. Kan lucu, sekarang kasihan anak-anak kalau mau olahraga jadi nggak punya lapangan. Gimana pendidikan mau maju. Makanya kita siap melawan,” ujarnya kesal.

Baca Juga :  Jelang Pilkades 25 Desa, Kapolres Sragen Imbau Semua Berkompetisi dengan Sehat. Ini Kerawanan yang Diwaspadai!

Kecaman juga datang dari warga dan wali murid. Widodo (50) salah satu tokoh Ngemplak menyampaikan warga sebenarnya sudah curiga dan resah namun takut untuk menyampaikan ke sekolah. Sebagai warga yang tinggal dekat sekolah dan lapangan, ia kecewa sekali dengan penjualan lapangan karena sangat merugikan siswa dan warga.

“Yang menyakitkan lagi, pohon-pohon besar yang ada di tepi lapangan ditebangi semua tanpa ada rembugan dengan warga. Anak-anak kecil yang biasanya main di lapangan akhirnya jadi nggak bisa main lagi karena lapangannya dijadikan sawah dan ditanami padi. Padahal lapangan ini juga sering digunakan untuk kegiatan warga saat 17an. Warga sebenarnya banyak yang nggrundel tapi takut meluapkannya. Ya baru kali ini, ada sekolah berani melangkah jual lapangan,” tuturnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua