JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Mantan Napi Terorisme Sofyan Syauri Beberkan Ciri-ciri Kelompok Penyebar Paham Radikal dan Terorisme

Pemaparan materi menangkal radikalisme dan terorisme di Sukoharjo.
Pemaparan materi menangkal radikalisme dan terorisme di Sukoharjo.

SUKOHARJO–Mantan narapidana kasus terorisme Sofyan Tsauri membeberkan ciri-ciri kelompok penyebar ajaran radikal dan terorisme.

“(Penyebar ajaran radikal dan terorisme) Bahkan enggan salat di masjid yang bukan masjid kelompoknya, termasuk dalam melakukan salat Jumat,” kata Sofyan saat menjadi pembicara penguatan nilai-nilai luhur budaya bangsa menangkal radikalisme dan terorisme, yang diikuti ketua RT/RW se- Kabupaten Sukoharjo, lurah di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Sukoharjo, Selasa (4/12/2018).

Dia mengatakan saat ini mahasiswa tengah menjadi target perekrutan teroris di Indonesia. Modusnya kata dia, sangat beragam misalnya mengadakan diskusi ke-Islaman yang memuat konten Islam radikal sampai cuci otak (brainwash).

Baca Juga :  Geger Penampakan Ular Sanca Raksasa di Dusun Tukluk Desa Kerjo Lor Kecamatan Ngadirojo Wonogiri, Masuk Rumah Warga Akhirnya Sukses Dievakuasi Personil Damkar Wonogiri

“Jangan karena ikut mengaji atau daurah sebulan dua bulan lantas berani berfatwa,” kata Sofyan yang sempat menjalani kurungan penjara selama enam tahun ini.

Sementara Bupati Wardoyo Wijaya mengatakan, sekarang ini muncul beberapa permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia baik dari internal dan eksternal khususnya menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Salah satu permasalahan internal yang mengkhawatirkan adalah lemahnya penghayatan agama dan munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. Dari eksternal permasalahan yang wajib diwaspadai adalah pengaruh kemajuan teknologi informasi seperti media sosial dan internet.

Baca Juga :  Kuliner Unik, Begini Lho Cara Membuat Oseng Jambu Mete Maupun Botok Mete Khas Wonogiri, Dijamin Lezat dan Tidak Sepet, Tersedia di Warung Tesi

“Saya mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk menjaga silaturahmi, persatuan dan kesatuan. Kita bangun kebersamaan sehingga akan terwujud Kabupaten Sukoharjo yang aman damai dan kondusif,” ujar dia.

Pemkab Sukoharjo, sebut dia, sudah bergerak aktif dengan mengajak serta masyarakat sampai ketua RT/RW. Mereka diajak untuk membantu menjaga kondusifitas wilayah. Salah satunya yakni dengan pengawasan bersama dan menanamkan nilai nilai luhur Pancasila kepada warganya.

“Apabila ada hal hal mencurigakan atau kegiatan yang bisa memicu munculnya sampai menimbulkan keretakan persatuan dan kesatuan maka silahkan masyarakat atau ketua RT/RW segera melapor,” tambah Bupati. Aris Arianto