JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

PD Aneka Usaha Karanganyar Siapkan Rekrutmen Ulang Karyawan. Aktivis Mahaka Waspadai Karyawan Titipan dan Siluman 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melantik Untung menjadi Dirut PD Aneka Usaha. Foto/Wardoyo
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melantik Untung menjadi Dirut PD Aneka Usaha. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Manajemen PD  Aneka Usaha milik Pemkab yang mengelola Edupark serta Kolam Renang Intanpari mengisyaratkan akan melalukan rekrutmen ulang terhadap karyawan. Sementara aktivis LSM Mahaka mewanti-wanti agar tidak ada karyawan titipan atau siluman yang disinyalir bisa terjadi di rekrutmen ulang nanti.

Direktur utama PD Aneka Usaha, Untung Sriyanto mengatakan saat ini masih dilakukan majian yang dilakukan oleh UNS tersebut meliputi, bentuk dan struktur organisasi.

“ Masih dalam kajian. Kajian itu nantinya akan menghasilkan SOP. Terus terang, SOP yang ada saat ini masih belum detail,” kata Untung Sriyanto, Minggu (02/12/2018).

Baca Juga :  Pengurus Muhammadiyah se-Surakarta Konsolidasi Penundaan Muktamar. Berharap Tidak Ada Penundaan Lagi

Setelah hasil kajian direkomendasikan kepada managemen, baru ada perekrutan ulang karyawan. Seluruh proses penerimaan karyawan baru, ujarnya, sepenuhnya dilakukan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemkab Karanganyar tersebut

“Pemkab sudah menunjuk satu lembaga assesmen dari Semarang. Seluruh proses dan hasilnya, sepenuhnya kewenangan tim seleksi. Sambil menunggu hasil kajian dan rekruitmen, perusahaan tetap berjalan. Sebanyak 18 karyawan kontrak juga masih bekerja seperti biasanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Gudang Kayu di Tasikmadu Terbakar, Diduga Konsleting dari Pompa Air

Sementara itu, Koordinataor Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka),  Kiswadi Agus, meminta kepada managemen agar menjalankan instruksi bupati untuk mendapatkan karyawan yang visioner dan profesional.

Dalam proses perekrutan karyawan baru, Agus mensinyalir tidak tertutup kemungkinan adanya karyawan siluman atau karyawan titipan. Untuk itu, lanjut Agus, pihaknya akan terus melakukan pemantauan.

“ Jangan ada karyawan titipan. Ini berbahaya dan akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Lakukan proses seleksi secara transparan,” tegasnya. Wardoyo