JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pemuda Pemudi dari 12 Negara Bentuk Agen Perdamaian dan Kemanusiaan

Istimewa

JOGJA – Puluhan pemuda-pemudi dari 12 negara membentuk agen perdamaian. Pembentukan agen perdamaian dan kemanusiaan itu dihelat dalam acara bertajuk Youth For Peace Conference 2018 di Sambi Resort, Sleman, Yogyakarta, Jumat (30/11/2018) hingga Senin (4/12/2018).

Dalam rilis ke Joglosemarnews dijelaskan, dalam konferensi tersebut hadir beberapa narasumber antara lain Isa Soemawidjaja (UNHCR Representatives in Indonesia), Alghiffari Aqsa (Prominent Human Rights Activist), Arif R Haryono (GM Education Program Dompet Dhuafa),  Pdt. Jonathan Victor Rembeth (Board of Advisory Humanitarian Forum Indonesia) dan lain-lain.

“Kita ingin memiliki agen-agen yang bergerak dalam misi perdamaian dan kemanusiaan dari berbagai negara, agar gerakan perdamaian dan misi kemanusiaan untuk sesama semakin meluas,” jelas Haryo Mojopahit selaku Manager Advokasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa seperti dikutip dalam rilis.

Baca Juga :  Bantu UMKM, Pemkot Yogya Tetapkan Jalur Sepeda Wisata

Berbekal ilmu dan sharing pengalaman dari para narasumber, para peserta juga diberi kesempatan untuk merancang sebuah proyek. Proyek-proyek kemanusiaan itu juga akan dikolaborasikan dengan beragam program kemanusiaan di Dompet Dhuafa.

Dalam membekali peserta membuat project, para narasumber menyajikan materi-materi dan sharing pengalaman terbaiknya. Salah satunya adalah Intan Irani, yang membagikan tips dan trik campaign dengan memanfaatkan sosial media.

“Untuk menciptakan campaign yang menggugah di sosial media khususnya Instagram, yang paling utama visual harus jelas dan nyata secara fotografis maupun pesan,” jelas Intan.

Baca Juga :  Tugu Pal Putih Yogya Kembali Dihantui 2 Sosok Pocong Gentayangan

Sementara itu, Pdt. Jonathan Victor Rembeth mengatakan, berdasar segudang pengalamnnya, menguatkan motivasi para peserta dalam menjalankan misi kemanusiaan. Pernyataan itu menjawab beberapa pertanyaan yang mengemuka terkait tantangan-tantangan dalam menjalankan proyek tersebut.

“Dalam menjalankan misi kemanusiaan kita tak boleh memandang suku, agamanya dan dari bangsa mana. Saat tantangan menghadang, perkuat lagi misi kita,” ungkap Pdt. Victor.

Pada gelaran kali ini, peserta tidak hanya mendapatkan bekal materi untuk proyek-proyek sosial saja. Tetapi setelah pulang ke negara masing-masing, mereka juga mendapatkan tugas untuk membuat proyek kemanusiaan sebagai follow up konferensi. Harapannya, mereka menjadi agen perdamaian yang turut mengembangkan potensi lokal di negaranya. #suhamdani