loading...
Loading...
Abu Bakar As Sidik seusai ujian SKB, Selasa (11/12/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Para peserta ujian seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS 2018 mengakui jika soal ujian SKB relatif lebih sulit dari soal ujian seleksi kompetensi dasar (SKD). Meski demikian, mereka masih menunggu hasil pengumuman lantaran masih bingung dengan versi penilaian untuk penentuan kelulusan.

Salah satu peserta ujian SKB CPNS Karanganyar, Abu Bakar As Sidiq (26) mengatakan relatif lancar mengerjakan ujian SKB. Ia ujian pada Selasa (11/12/2018) di GOR Diponegoro Sragen.

Dari hasil ujian CAT SKB, nilainya sudah muncul 205. Sedang nilai yang diperolehnya saat ujian SKD 302. Dengan nilai itu, ia optimistis bisa lulus untuk formqsi guru agama ahli pertama atau SMP di Ngargoyoso yang ia daftar.

“Kalau ditotal nilai SKD dan SKB, Insya Allah yakin lulus. Cuma, mungkin ada versi penilaian dari Panselnas yang agak beda. Makanya saya juga nunggu pengumuman saja,” ujar peserta asal Karangmalang, Sragen itu ditemui usai ujian.

Baca Juga :  Joko Suwoto Ikut-ikutan Daftar Cabup PDIP, Bupati Yuni Akui Sama Sekali Tak Merasa Tersaingi 

Ia menuturkan unruk formasi guru agama SMP, ada satu formasi yang diperebutkan 3 pelamar termasuk dirinya.

Sementara, pelamar lainnya Hadi Fathurrohim (26) peserta ujian SKB untum Formasi Karanganyar, mengaku mendapat nilai SKB 285. Menurutnya soal ujian SKB memang relatif lebih aulir dari SKD karena sudah lebih spesifik menyangkut kompetensi masing-masing.

Menurut peserta asal Desa Saradan Karangmalang Sragen itu jika dihitung dengan rumus, skor totalnya 306,6. Meski terbilang tinggi, Hadi mengaku belum berani memastikan dirinya bisa lulus.

Baca Juga :  Bantai Singapura 5-0, 2 Pesepakbola Muda Sragen Ikut Antar Kesebelasan Jateng Raih Juara Olimpiade Khusus 

“Karena ada berbagai faktor misalnya kompetitor punya sertifikat pendidik sehingga skornya biaa jadi  lebih tinggi dari saya,” tukasnya.

Hadi mengaku mendaftar formasi guru kelas di Karanganyar. Keikutsertaannya di ujian CPNS tahun ini menjadi yang pertama baginya.

“Kenapa pilih daftar di Karanganyar, ganti suasana saja Mas. Sudah biasa merantau,” tukasnya. Wardoyo

Loading...