JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Warga Desa Ini Mengandalkan  Hidup dari Bom, Wouw!

Tempo.co

JAKARTA – Dulu menjadi ladang teror kemanusiaan, namun kini kondisi tersebut mendatang kan berkah bagi masyarakat yang tinggal di sana.

Hal itu berkat kreativitas warga dalam memanfaatkan barang yang ada, yakni sisa-sisa bom yang tidak meledak.

Nama wilayah tersebut adalah Desa Ban Napia di provinsi timur laut Xieng Khouang di Laos. Wilayah ini adalah tempat  yang paling banyak dibombardir di dunia.

Warga desa tersebut terpaksa mengasah kreativitas menggunakan sisa bom yang tidak meledak untuk membuat perhiasan logam dan perkakas karena lahan pertanian masih beresiko oleh ledakan bom.

Baca Juga :  Ini Peraturan Pelaksanaan Ibadah Umrah di Masa Pandemi Covid-19: Batas Waktu hanya 3 Jam, Jemaah Dibagi Per Kelompok 1.000 Orang

Salah satu warga bernama Vanthon dengan sigap menarik logam cair dari tanur dan menuangkannya ke dalam cetakan yang diukir di balok kayu.

Beberapa detik kemudian, dia menghias seekor burung merpati berwarna perak yang pernah menjadi pecahan bom yang dijatuhkan di desa Ban Napia.

Baca Juga :  Debat Capres AS Kacau, Joe Biden Sebut Trump Badut, Trump Sebut Biden Bukan Capres Pintar

Vanthon, menanam padi di sebidang kecil tanah di dekar rumah. Tetapi perhiasan yang dibuat dari besi tua di tanur kecil rumahnya memberi suaminya penghasilan tambahan.

“Ladang kami belum dibersihkan dari bom, jadi ini adalah sumber pendapatan utama kami untuk saat ini,” kata Vanthon,  Jumat (14/12/2018).

“Kami harus berhati-hati saat bertani, dan berharap bom tidak meledak. Ketika tanah dibersihkan, kami bisa bertani lagi,” tuturnya.

www.tempo.co