JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Sragen Yang Tewas di Amerika Akhirnya Tak Dipulangkan. Kades Ungkap Almarhum Sudah Jadi WNA USA 

Foto almarhum (kiri) semasa hidupnya. Foto/istimewa
Foto almarhum (kiri) semasa hidupnya. Foto/istimewa

SRAGEN- MWD (30) warga kelahiran Dukuh Bendo RT 9, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen yang meninggal di Amerika Serikat (USA) akhirnya tak dibawa pulang ke Indonesia. Kabar terakhir yang diterima Kades setempat, almarhum sudah dimakamkan di tempat domisilinya di Amerika.

“Kabar yang kami terima, almarhum akhirnya dimakamkan di sana (Amerika). Tidak dipulangkan,” papar Kades Bendo, Samsu kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Samsu menguraikan almarhum memang sudah sekitar 10 tahun bekerja di Amerika Serikat. Data yang diterimanta, yang bersangkutan juga sudah menetap di Amerika.

Baca Juga :  Kabar Baik, Semua Relawan Satgas Covid-19 di Sragen Dapat Insentif Total Rp 2,143 Miliar. Sudah Cair ke Rekening Desa, Bupati Minta Minggu Ini Harus Didistribusikan!

“Bahkan sudah menjadi WNA sana. Itu pula yang kemungkinan menjadi kendala kalau harus dipulangkan ke Indonesia. Karena informasi yang kami terima, proses pemulangan jenasah WNA itu harus melalui beberapa prosedur. Enggak langsung bisa dipulangkan,” terangnya.

Perihal penyebab kematian almarhum, Kades mengaku belum mengetahui secara detail. Sementara sebelumnya, beberapa teman semasa sekolah almarhum di Sukodono, menyebut mendapat kabar meninggalnya MWD pada Kamis (29/11/2018).

Baca Juga :  Dewan Rakyat Jelata Sragen Geruduk Kejaksaan Desak Kasus Dugaan Tipikor di DPUPR Diusut Tuntas. Kajari Isyaratkan Segera Panggil Kepala DPUPR!

Salah satu teman semasa SMA almarhum, Sukardi asal Desa Gebang, Masaran mengaku menerima kabar dari rekan bahwa almarhum meninggal di Amerika Serikat. Almarhum meninggal akibat sakit.

“Dia memang teman semasa SMA saya. Informasi yang diterima rekan-rekan, meninggalnya karena leukemia. Informasinya untuk biaya pemulangan jenasah ke Indonesia sampai Rp 750 juta,” tuturnya. Wardoyo