loading...


Leadership Camp GenBI dengan tema “Membangun Pemimpin yang Berintegritas, Kreatif, dan Menjunjung Kearifan Lokal di Era Milenial”, Sabtu (1/12/2018), di Gedung BI Solo. Foto: Istimewa

SOLO– Bank Indonesia (BI) Solo menggelar kegiatan Leadership Camp GenBI dengan tema “Membangun Pemimpin yang Berintegritas, Kreatif, dan Menjunjung Kearifan Lokal di Era Milenial”, Sabtu (1/12/2018), di Gedung BI Solo. Kegiatan tersebut sebagai kegiatan Leadership Camp pertama untuk wilayah Jawa Tengah.

Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto mengatakan, kegiatan tersebut mengadopsi konsep kegiatan tahunan Leadership Camp Nasional yang sudah diselenggarakan sebanyak tiga kali, sejak tahun 2015 oleh Bank Indonesia.

“Leadership Camp GENBI Jawa Tengah, merupakan sinergi dan kolaborasi bersama GenBI Jawa Tengah, komunitas penerima beasiswa BI di Wilayah Jawa Tengah yang terdiri dari 8 komisariat (universitas). Komunitas ini merupakan salah satu bukti nyata Bank Indonesia di setiap makna Indonesia, termasuk di bidang pendidikan melalui Gerakan Indonesia Cerdas,” urainya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Bandara Adi Soemarmo Sempat Tutup

Leadership Camp GENBI Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan kepribadian anggota GenBI sebagai generasi penerus agar mampu menjadi pemimpin masa depan Indonesia yang berkarakter, yaitu menjadi Pemimpin yang Berintegritas, Kreatif dan Menjunjung Kearifan Lokal di Era Milenial.

Baca Juga :  Pasar Legi Solo  Menggeliat Lagi, Ribuan Pedagang Mulai Tempati Los Pasar Darurat

“Generasi Baru Indonesia, diharapkan dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang berkarakter, sebagaimana slogan IR. Soekarno, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”,” tutur Bandoe.

Bandoe menambahkan, pemuda peserta GenBI diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian di masa depan. Sebagaimana tantangan dan ketidakpastian yang terjadi pada saat ini, yaitu terkait penguatan dollar sebagaimana yang dialami juga oleh negara maju dan berkembang lainnya. Triawati PP

Loading...