loading...
Wakapolsek Gemolong, Iptu Aji Wiyono saat melakukan pencerahan kepada 17 ABG dan remaja yang ditemukan terlantar di dua rumah kontrakan karena tergiur bisnis MLM *-Net, Selasa (8/1/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Polsek Gemolong menggerebek dua rumah kontrakan di Dukuh Ketagan RT 3, Kelurahan Gemolong, Gemolong, Selasa (8/1/2019) malam. Sebanyak 17 remaja berusia belasan hingga 20 tahun ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Mereka terlantar di rumah kontrakan akibat tergiur janji penghasilan besar dari bisnis berlabel *-Net dengan modus multilevel marketing (MLM) yang disebut berpusat di Sragen Kota. Ironisnya, mereka sudah hampir berbulan-bulan bertahan dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Dari 17 orang yang diamankan, 12 diantaranya adalah remaja pria dengan rentang usia 19 hingga 20 tahun. Sedangkan 5 lainnya adalah remaja putri dengan usia di bawah 20 tahun dan ada 3 yang masih di bawah umur.

Saat kali pertama ditemukan, sebagian diantaranya dalam kondisi kelaparan dan penampakan lusuh. Data yang dihimpun di lapangan, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca Juga :  Sering Dijadikan Pesta Miras Muda-Mudi, Lapangan Gondang Sragen Digerebek Polisi. Sejumlah ABG Terciduk Bawa Ciu Bersiap Pesta 

“Awalnya kemarin malam kami menerima informasi dari Wonosobo kalau ada ibu-ibu melapor ke polisi bahwa cucunya telah hilang selama 3 bulan. Kemudian ada informasi terlacak dari HP, bahwa cucunya itu terdeteksi ada di Gemolong. Akhirnya kami lakukan penyisiran dan tadi malam kami temukan cucunya di dalam sebuah rumah kontrakan. Di rumah kontrakan itu, ternyata juga ada temannya sekitar 16 orang,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra, Selasa (8/1/2019) malam.

Menurut Kapolsek, karena kondisinya memprihatinkan, semua remaja dan ABG itu yang diketahui berasal dari luar Sragen itu, kemudian diamankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  Sambangi Ratusan Relawan dan Abah Syarif di Sragen, Komandan Tempur Prabowo-Sandi Akui Jateng Berat. Tapi.. 

Wakapolsek Gemolong, Iptu Aji Wiyono menguraikan total ada 17 remaja dan ABG yang dibawa ke Mapolsek.

Menurutnya, saat kali pertama ditemukan, mayoritas dalam kondisi kekurangan makan. Mereka tinggal di dua rumah kontrakan dalam jarak cukup dekat.

Dari pengakuan mereka, mereka tergiur direkrut seseorang dengan janji dapat hasil yang besar seperti multilevel. Syaratnya mereka harus menyetor Rp 8,7 sampai Rp 9 juta ke leader atau yang bertugas merekrut anak buah agar bisa mendapat gaji besar.

“Saat kami tanya, sebagian besar mau pulang tapi enggak punya uang. Kadang sehari cuma makan sekali. Karena kondisinya memprihatinkan, akhirnya kami bawa ke Mapolsek untuk dilakukan pendataan,” terang Wakapolsek.

Baca Juga :  Stress Berat, Kakak Penyebar Hoax Yang Ditangkap di Tanon Sragen Sempat 5 Kali BAB Saat Rumahnya Digerebek Mabes Polri 

Menurutnya, saat ini para remaja dan ABG itu sudah diamankan di Mapolsek. Polisi juga masih mendalami kasus itu apakah ada unsur tindak pidananya atau pelanggaranya.

“Mereka dijanjikan kerja enak tapi penghasilan besar,” tandasnya. Wardoyo

 


Loading...