JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

7 Fakta Mengerikan Pelajar SMK Sidoarjo Kubur Hidup-hidup Bayi Hasil Seks Bebas

Pelaku saat diamankan di Polsek Sedati, Sidoarjo. tribunnews
Pelaku saat diamankan di Polsek Sedati, Sidoarjo. tribunnews

SIDOARJO – Perilaku dua pelajar SMK di Sidoarjo mengubur hidup-hidup bayi hasil hubungan terlarang mereka membuat gempar warga.

Dua pelajar SMK ini mengubur bayi tak berdosa itu di tempat pemakaman umum (kuburan) Dusun Wagir, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Dua pelajar SMK yang mengubur bayi itu adalah RM, pelajar SMK berusia 18 tahun asal Kwangsan, dan adik kelasnya LV (16) asal Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Zain Dwi Nugroho mengaku masih mendalami kasus ini.

“Penyidik harus lebih hati-hati karena terduga pelakunya adalah anak di bawah umur,” katanya.

Berikut fakta-fakta yang terjadi:

  1. Dilahirkan di Rumah Teman

Informasi yang dihimpun Surya.co.id menyebutkan, kronologi bayi perempuan itu lahir dari rahim LV pada Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Bayi dilahirkan di rumah temannya di Kwangsan.

Remaja perempuan ini hamil delapan bulan dan melahirkan anaknya dengan normal. Kehamilannya tersebut akibat hubungan kebablasan dengan sang pacar, RM.

  1. Tanpa Dibantu Bidan atau Dokter
Baca Juga :  Sabtu, DKI Jakarta Tambah 1.440 Orang Positif Covid-19

Saat LV melahirkan, RM juga mendampingi. Bayi mereka lahir sehat meski kelahiran tanpa dibantu dokter atau bidan.

Dua remaja itu pun kebingungan, apakah harus memberitahu orangtuanya atau membuang bayi mereka.

  1. Dibungkus Kresek

Di tengah kebingungan itu, mereka berdua ke Makam di Dusun Wagir.

RM membuat lubang di tanah menggunakan cethok lantas mengubur bayinya tersebut hidup-hidup.

Dari keterangan diperoleh polisi, bayi dibawa dengan dibungkus plastik kresek.

Dan ketika dikubur, bayi tersebut masih menangis.

“Oleh pelaku kemudian diuruk dengan tanah. Sehingga bayi tersebut meninggal dunia,” jawab Kapolsek Sedati AKP I Gusti Made Merta.

  1. Mau Dipindah

RM rupanya gelisah setelah mengubur bayinya hidup-hidup.

Selasa (1/1/2019), dia mendatangi lokasi penguburan anaknya dan membongkarnya lagi hendak dipindahkan kuburannya ke makam Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Ketika memakamkan bayinya inilah, aksinya ketahuan warga.

Selanjutnya, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi, hingga akhirnya terungkaplah kasus ini.

  1. Ari-ari Masih Menempel

Polisi mendatangi lokasi, membongkar kuburan bayi malang itu dan membawanya ke rumah sakit, Selasa (1/1/2019) tengah malam.

Baca Juga :  Meski Masih Luka di Lengan Kanan, Syekh Ali Jaber Tetap Datang Penuhi Undangan Berdakwah Tak Lama Usai Ditusuk Orang Tak Dikenal

“Saat diamankan polisi, ari-arinya (bayi tersebut) masih menempel,” ungkap Kapolsek Sedati AKP I Gusti Made Merta.

Jenazah bayi dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan.

Selain itu, polisi juga menyita beberapa barang bukti lain, termasuk sebuah sarung, kain kafan, cetok, dan tas kresek.

  1. RM Ditangkap Polisi

Setelah mengungkap penguburan bayi hidup-hidup, polisi lalu menangkap RM.

RM lalu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap bayinya yang merupakan darah dagingnya sendiri.

  1. Dijerat Pasal Berlapis

Akibat perbuatannya, RM dijerat undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 35 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pelajar SMK ini juga dijerat pasal 80 ayat 4 KUHP.

Dia sudah diamankan di Polsek Sedati.

Dan sekarang sudah dilimpahkan ke Unit PPA (perlindungan perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polresta Sidoarjo.

Dalam penanganannya, polisi juga masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

Termasuk memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa itu.

www.tribunnews.com