JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Banyak Penghuni Penjara Masih Usia Produktif, Lapas Sragen Hidupkan Kembali Kejar Paket. Yang Berpretasi Dijanjikan Tiket Kuliah Gratis  

Suasana pembelajaran Kejar Paket B di Lapas Sragen Sabtu (12/1/2019). Foto/Wardoyo
Suasana pembelajaran Kejar Paket B di Lapas Sragen Sabtu (12/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sejumlah narapidana penghuni Lapas Kelas II A Sragen ternyata diketahui masih dalam rentang usia produktif. Fakta itu mendorong otoritas Lapas setempat merintis program kelompok belajar (Kejar) paket untuk para napi.

Program Kejar Paket itu dimulai Sabtu (12/1/2019) dengan menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngawi, Jatim. Sebanyak 4 tentor dari PKBM dipimpin Ketua PKBM Pengayoman Ngawi, Indra Prawoto diterjunkan untuk mengadakan pembelajaran Kejar Paket kepada para napi di Lapas Sragen.

Ditemui di Lapas Sragen Sabtu (12/1/2019), Indra mengatakan program kejar Paket yang digelar meliputi Kejar Paket A untuk napi tak lulus SD, Kejar Paket B untuk mereka yang tak lulus SMP dan Kejar Paket C yang tidak lulus SMA.

Program dan kurikulum pembelajaran yang diberikan hampir sama dengan jalur pendidikan formal. Untuk Paket B ada 6 mata pelajaran pokok, dan Paket C ada 7 mata pelajaran pokok yang harus diikuti oleh semua napi peserta.

“Hari ini mulai pembelajaran. Kemarin sudah melalui sosialisasi. Pembelajarannya dipadatkan seminggu dua kali nanti sampai siap untuk ujian nasional (Unas). Mereka ini akan ikut Unas tahun ajaran 2018/2019. Unas Paket A dan B akan digelar Mei, sedang Paket C April, ” papar Indra.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Sragen Tambah 8 Warga Positif dan 1 Meninggal Hari Ini. Total Melonjak Jadi 427 Kasus, 59 Meninggal Dunia

Menurutnya, PKBM yang dipimpinnya memang tergerak untuk concern memberikan kejar Paket ke para napi. Sebab fakta di Lapas Sragen menunjukkan banyak yang masih dalam usia produktif.

“Kebetulan saya juga seorang pegawai Lapas. Di dalam itu ternyata banyak yang masih umur-umur produktif dan putus sekolah. Kalau tidak disentuh dengan belajar begini, bagaimana masa depan mereka nanti. Dari situlahbsaya merasa terpanggil,” urainya.

Menurut Indra, selama ini dari 10 prinsip pemasyarakatan, hanya hak kemerdekaan yang tak bisa dinikmati para napi. Pemberian kesempatan belajar pendidikan itu adalah salah satu sarana memenuhi hak kemerdekaan di dunia pendidikan yang hilang saat seseorang menjalani kehidupan sebagai narapidana.

“Ini salah satu sarana agar mereka merasa diorangkan. Bahkan saya punya program bidik misi jenjang Paket C. Kalau ada yang berprestasi nanti kita kuliahkan gratis tapi cuma satu kuota saja,” tandasnya.

Sementara, Kalapas Sragen Yosef Benyamin Yembise melalui Kasie Binadik, Agung Hascahyo mengatakan ada 50 napi yang mengikuti program Kejar Paket. Dua puluh napi ikut Paket B dan 30 orang di Paket C.

Baca Juga :  Hilang Misterius, Penjual Pentol Goreng asal Tangen Sragen Diduga Bunuh Diri Terjun ke Sungai Bengawan Solo. Motor dan Helmnya Ditemukan di Atas Jembatan Sapen

Mereka sudah dipilih melalui proses seleksi riwayat pendidikannya dari total 467 napi di Lapas Sragen. Program kejar Paket itu dilaksanakan dengan menggandeng PKBM Pengayoman Ngawi dan akan dilaksanakan selama dua kali tiap pekan sampai menjelang Unas.

“Pembelajarannya setiap hari Rabu dan Sabtu. Semaksimal mungkin nanti sampai bulan April mereka bisa mengikuti Unas,”  terangnya.

Menurutnya, program Kejar Paket itu baru dirintis kembali setelah terakhir kali digelar pada era 1990an. Tujuannya sebagai implementasi amanah UUD 1945 dan UU Pemasyarakatan terkait pemenuhan hak pendidikan bagi setiap warga negara, termasuk napi.

“Harapannya mereka yang putus sekolah, minimal bisa melanjutkan belajar dan mendapat ijazah baik yang setara SD, SMP maupun SMA. Ini juga bagian dari upaya kami memenuhi hak pendidikan bagi warga binaan. Seandainya nanti ada yang belum terkover, bisa menyusul,” pungkasnya. Wardoyo