JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Soal Pematang, Petani di Jenar Sragen Nekat Cekik Tetangganya di Tengah Sawah 

Polsek Jenar saat memediasi dua petani di Desa Mlale yang terlibat penganiayaan gara-gara pematang sawah, Kamis (24/1/2019). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Polsek Jenar saat memediasi dua petani di Desa Mlale yang terlibat penganiayaan gara-gara pematang sawah, Kamis (24/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi penganiayaan terjadi di Jenar, Sragen. Seorang petani di Desa Mlale, Jenar, Nariyo (55) dicekik oleh tetangga sawahnya, Tugiyo (56) asal Dukuh Bringin RT 16/8, Mlale, Jenar.

Ironisnya aksi pencekikan itu hanya dipicu masalah sepele yakni soal pematang sawah. Pelaku, Tugiyo, tak terima padinya dekat pematang mati tertimpa runtuhan pematang yang sehari sebelumnya dipopok oleh Nariyo.

Insiden kekerasan terungkap ketika korban melapor ke Polsek Jenar Kamis (24/1/2019) pagi. Di hadapan petugas, ia melapor telah dianiaya oleh pelaku pada 13 Januari 2019 silam.

Baca Juga :  Jabat Kapolres Sragen, Ini Sosok AKBP Yuswanto Ardi. Minta Dukungan Masyarakat, Sebut Meyakinkan Pilkada di Masa Pandemi dan Perguruan Silat Jadi Tantangan!

“Ceritanya pada hari kejadian, pelaku emosi melihat tanaman padinya di dekat pematang mati karena tertimpa reruntuhan pematang yang bersebelahan dengan sawah korban. Sehari sebelumnya, korban menambal pematang itu tapi kemudian malamnya hujan deras sehingga tanahnya ambrol dan menimpa padi pelaku sehingga sebagian mati. Pelaku mencekik leher korban tapi memang tidak sampai parah,” papar Kapolsek Jenar, AKP Handoyo mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Kamis (24/1/2019).

Kapolsek menguraikan cekikan itu memang tak menimbulkan luka. Meski begitu, korban yang tak terima akhirnya melapor ke Polsek.

Baca Juga :  Remaja Asal Tangen Sragen Jadi Korban Kekejaman Amukan Grandong. Dipukuli Bertubi-Tubi, Kepala Dikepruk Pakai Herbel Hingga Bocor

Atas laporan itu, Polsek kemudian berinisiatif mempertemukan kedua belah pihak di Mapolsek tadi pagi. Karena masih bertetangga dan berdampingan sawah, akhirnya persoalan itu diupayakan selesai secara mediasi.

Di kawal perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat, akhirnya kedua petani berseteru itu akhirnya berhasil didamaikan.

“Pelaku akhirnya bersedia minta maaf dan sanggup membiayai pengobatan korban. Korban sudah menerima dan tidak akan melanjutkan kasus itu ke proses hukum,” tandas Kapolsek. Wardoyo