JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tabloid Indonesia Barokah Tak Bikin Kubu Prabowo Resah

tempo.co

JAKARTA – Penyebaran tabloid Indonesia Barokah di beberapa masjid di Jawa Barat, diyakini tidak akan menggembosi elektabilitas pasangan calon Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Sudirman Said.

“Insya Allah masyarakat kita sudah cukup cerdas. Kan tabloid bukan satu-satunya sumber bacaan. Mereka nonton TV, punya medsos, punya akses kepada jejaring internet, jadi kami tidak terlalu khawatir dengan yang begituan,” kata Sudirman seperti dalam siaran persnya, Rabu (23/1/2019).

Ia berujar pihak penyebar tabloid, yang menurut dia menyerang membabi buta, adalah pihak yang takut kalah dalam kontestasi pilpres 2019.

“Kalau menyerang terlalu bombastis, katanya yang menyerang itu tanda-tanda tidak secure,” ujarnya.

Ia pun mengaku tak risau dengan penyebaran tabloid tersebut. Menurut dia, masyarakat mampu menilai model kampanye mana yang mengandung fitnah dan bukan.

Baca Juga :  Hasil Swab Test yang Dilakukan Badan Intelijen Negara Dikabarkan Tak Akurat, Ini Tanggapan BIN: Hasil Tes Swab Positif Jadi Negatif Bukan Hal Baru

“Itu cara-cara primitif menurut saya, dan sudah dari awal saya mengatakan, ayo kita adu gagasan, adu kebaikan, adu pesan-pesan baik, jangan menyebarkan hal begitu. Biar masyarakat menilai,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Kuningan menerima laporan adanya ratusan tabloid Indonesia Barokah yang disebar ke pesantren dan pengurus masjid di 32 kecamatan. Tabloid yang ditemukan Pengawas Pemilu Kecamatan itu dilaporkan pada Jumat (18/1/2019).

Dalam pengamatan Tempo, tabloid Indonesia Barokah yang disebar itu merupakan edisi I, Desember 2018. Adapun judul muka halaman tabloid itu adalah Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik.

Baca Juga :  Dijerat Pasal Berlapis, Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Pidana Maksimal Hukuman Mati

Tabloid 16 halaman ini berisi tentang tokoh Islam yang menjadi Pahlawan Nasional di era Presiden Jokowi. Pada halaman liputan khusus ada headline berjudul Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik. Halaman lain mengulas hoax ganggu stabilitas dan keamanan.

Sementara itu, di Sekretariat Pengawas Kecamatan Ciawigebang, Koordinator Organisasi dan SDM, Iksan Bayanulloh menerima 14 ekslemplar tabloid berasal dari 7 desa.

Penyerahan tabloid lengkap dengan laporan pengawasan dan berita acaranya diserahkan oleh anggota Panwascam, Dede Rohendi.

“Kami diminta segera melaporkan temuan ini ke Bawaslu Jawa Barat,” ujar Iksan.

Kecamatan yang sudah melaporkan temuan tabloid ini yakni Kecamatan Ciawigebang, Luragung, Karamatmulya, Cilimus, Kadugede, Hantara, Sindang Agung dan kuningan. Diperkirakan tabloid ini menyebar di 32 kecamatan se-kabupaten Kuningan.

www.tempo.co