JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Ini Cara Efektif Basmi Hama Padi di Sawah. Bisa Hindari Kemungkinan Gagal Panen

Hasil gropyokan tikus di Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban
Hasil gropyokan tikus di Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban

SUKOHARJO-Genderang perang terhadap hama padi khususnya tikus, masih lantang ditabuh di Kabupaten Sukoharjo. Langkah yang ditempuh yakni dengan mengintensifkan gropyokan tikus.

Pasalnya, gropyokan masih dianggap sangat efektif menekan populasi hewan pengerat itu. Sehingga bisa terhindar dari kemungkinan gagal panen.

Seperti diungkapkan Babinsa Koramil 10 Mojolaban wilayah Desa Plumbon Serda Sri Kasiyanto yang membantu warga melaksanakan kegiatan gropyokan tikus dalam rangka menunjang ketahanan pangan wilayah setempat.

Baca Juga :  COVID-19 Sukoharjo, Terkini Pasien Meninggal Tambah 4 Menjadi 28 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 12 di Angka 578

Mewakili Danramil dan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra AP, Jumat (25/1/2019), dia berujar, gropyokan tikus ini masih merupakan cara efektif untuk membasmi populasi hama padi endemik ini. Selama ini hama tikus merupakan momok terbesar para petani, karena sering membuat padi gagal panen.

“Tikus tidak hanya menyerbu bulir padi saja untuk dimakan. Bahkan saat musim tanam mereka juga sering merusak tanaman padi yang baru tumbuh berkembang untuk dikerat sehingga tanaman padi menjadi rusak dan gagal tumbuh dengan baik,” ujar dia.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

Kegiatan diikuti 45 petani anggota Poktan pemilik areal persawahan dengan dibantu Babinsa dan 4 orang anggota Koramil 10 Mojolaban lainnya. Gropyokan kali ini berhasil membiasakan puluhan tikus dewasa maupun anakan.

Kegiatan juga dihadiri Suparno Kades Plumbon, Koordinator PPL Tanti, Ketua Poktani Narto serta petani. Aris Arianto