loading...
Loading...
Petugas pendaftaran pasien di RSI Amal Sehat saat melayani pendaftaran pasien BPJS. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sempat diblokir dari pelayanan BPJS, RSI Amal Sehat Sragen kembali mulai diserbu pengunjung. Pemberian rekomendasi dari Kemenkes dan pengaktifan kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta 7 Januari lalu membuat arus pasien kembali berangsur normal.

Pantauan Joglosemar, kursi tunggu di ruangan pendaftaran pasien rawat inap di RSI Amal Sehat kemarin sudah mulai penuh. Beberapa calon pasien maupun kerabat tampak antre mendaftar dan sebagian besar mengaku terdaftar sebagai pasien dengan fasilitas BPJS.

Slamet Subagyo (60) misalnya. Pasien asal Karag, Karangudi, Ngrampal itu mengaku lega setelah pemblokiran sanksi dari BPJS kembali dibuka untuk RSI Amal Sehat.

Sebab dirinya memang sudah lama menjadi pelanggan dan sudah cocok dengan dokter di rumah sakit itu. Dia mengaku memang antri untuk mendaftar berobat dengan fasilitas BPJS.

Baca Juga :  Ribuan Polisi dan Warga Padati Puncak Syukuran HUT Bhayangkara di Lapangan Tangen. Satu Kapolsek dan Kasat Terbaik Diganjar Penghargaan 

“Kemarin ya agak bingung dan sempat tertunda selama 7 hari ditutup layanan BPJS-nya itu. Baru hari ini begitu tahu sudah dibuka lagi akhirnya saya datang. Saya sebenarnya enggak masalah, kemarin nggak layani pun saya pakai umum dulu. Karena sudah biasa ke sini. Sudah cocok dengan dokternya. Semuanya dimudahkan kok, enggak ada yang sulit,” katanya ditemui kemarin.

Subagyo mengaku senang dengan kembalinya RSI Amal Sehat bisa melayani pasien BPJS. Ia berharap tak ada lagi pemblokiran.

Dirut RSI Amal Sehat Sragen, Dr Dukut Sarwandi memastikan pelayanan BPJS di RSI Amal Sehat Sragen sudah mulai dibuka kembali per tanggal 7 Januari 2019 lalu.

Hal itu menyusul penandatanganan kerjasama antara BPJS dengan pihak RSI Amal Sehat yang digelar di BPJS Surakarta, pagi tadi. Dengan penandatanganan kerjasama itu, secara otomatis RSI yang dipimpinnya sudah resmi bisa kembali melayani pasien BPJS.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Lahan Tebu Milik PNS di Sukodono. 1,5 Hektare Tebu Ludes, Warga Panik

“Alhamdulilah tadi pagi sudah ditandatangani kerjasama dengan BPJS. Ini sebagai dasar kami bisa kembali melayani pasien BPJS per 7 Januari,” ujarnya didampingi Wadir Medis, Dr Nita Andriyana.

Dukut menguraikan insiden terhentinya kerjasama dengan BPJS per 1 Januari 2019, lebih karena adanya keterlambatan administrasi saja. Menurutnya, pada Jumat kemarin sebenarnya surat rekomendasi dari Kemenkes sudah diperoleh. Akan tetapi terhalang libur hari Sabtu dan Minggu sehingga Senin (7/1/2019) baru bisa dilaksanakan penandatangan kerjasama kembali dengan pihak BPJS.

Dengan sudah dibukanya layanan, pihaknya berharap masyarakat pemegang BPJS tak perlu kebingungan lagi mencari tempat layanan kesehatan lain.

Meski sempat berhenti selama 6 hari, pihaknya memastikan sebagian pasien yang selama ini berobat ke RSI Amal Sehat pun sebenarnya juga tetap tak beralih karena sudah minded dokternya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Perusahaan Pengergajian di Kalijambe Sragen. Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah 

“Kemarin ada sebagian yang mau pakai umum. Karena memang sebagian itu sudah minded dokternya. Sempat kasihan juga, karena pasien BPJS yang kami layani itu perbulan bisa mencapai 8000 pasien,” terangnya.

Ia menambahkan selama ini pasien BPJS yang berobat ke rumah sakitnya tak hanya dari Sragen. Namun ada juga dari Ngawi, Karanganyar dan sekitarnya.

Diharapkan dengan sudah didapatnya rekomendasi dan dibuka layanan, masyarakat bisa kembali memanfaatkan untuk mendapat pelayanan BPJS di RSI Amal Sehat.

“Untuk rawat inap kami masih cukup lumayan. Dari tempat tidur masih 80 persen terpenuhi. Masih memenuhi kriteria efektif. Harapan kami dengan sosialisasi ini, nggak butuh waktu lama bisa pulih kembali,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...