JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah Pilu Azril, Balita Penderita Kelainan Hati Dari Keluarga Tak Mampu Asal Karanganyar. Operasi Butuh Rp 70 Juta, Orangtua Bingung Tak Punya Biaya 

Kondisi Azril, balita penderita kelainan hati asal Karanganyar. Foto/Wardoyo
Kondisi Azril, balita penderita kelainan hati asal Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Nasib memilukan harus dialami Azril. Di usianya yang baru 17 bulan, balita itu harus menanggung cobaan yang berat usai didiagnosa menderita penyakit kelainan hati.

Bocah malang itu kini hanya terlihat tergolek lemas tanpa daya. Putri pasangan Ngadiman dan Wahyuni, warga usun Sidorejo RT 2/12, Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang ini membuat miris dengan diagnosa kelainan hati atau kolestasis.

Menurut keterangan orangtuanya, penyakit Azril diderita sejak lahir tapi baru di ketahui umur 26 hari yang terlihat dari mulai perubahan kulit mata menguning. Satu satunya jalan Azril harus melakukan operasi cangkok hati.

Untuk biaya operasi, seluruhnya ditanggung oleh KIS. Namun kedua orang tua bayi ini masih kebingungan karena harus menanggung biaya operasional  yang diperkirakan mencapai Rp 70 juta lebih.

Baca Juga :  Resmi Dilaunching, Burung Derkuku Jadi Logo Baru Kesebelasan Persika Karanganyar. Bupati Berharap Jadi Momentum Kebangkitan, Siapkan Skuad Masuk ke Liga 3 PSSI

Uang yang cukup besar tersebut, bagi Ngadiman dan itsri ternyata terlalu besar. Penghasilan mereka dirasa terlalu kecil dan sulit untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.

“ Anak saya Azril ini harus kontrol setiap 2 minggu sekali ke dokter sardjito Jogjakarata  dan membutuhkan biaya untuk kontrol dan beli obat yang tidak ditanggung oleh rumah sakit, karena kami menggunakan KIS,”  ujar Wahyuni, ibu Azril, Senin (14/01/2019).

Menurut Wahyuni, kelainan hati yang diderita oleh sang anak, diketahui saat berusia 26 hari.

Baca Juga :  Pangdam dan Kapolda Jateng Kompak Ziarah ke Makam Soeharto di Giribangun Karanganyar. Pangdam Sebut Soeharto Orang Yang Berjasa pada RI dan TNI!

“Sejak saat itu, Azril  selalu kontrol. Dengan segala keterbatasan saya berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk anak saya. Saya hanya bisa berusaha dan berdooa di tengah keterbatasan,” kata dia.

Kondisi Azril ini mengundang simpati dari sejumlah pihak, salah satunya komunitas pejuang sosial.

Selama hampir satu bulan mereka melakukan penggalangan donasi untuk Azril. Hasil donasi yang  terkumpul, baik berupa uang dan barang, sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

“ Dengan kondisi ini kami berharap dermawan lain bisa membantu Azril.  Bantuan bisa diserahkan langsung ke keluarga, “ungkap koordinator aksi, Marfuah Dwi Nurya. Wardoyo