loading...
Tempo.co

YERUSALEM – Setelah dalam operasi di perbatasan Lebanon menemukan 6 buah terowongan Hizbullah di bawah tanah, militer Israel bakal menghancurkan terowongan-terowongan tersebut.

Militer Israel berhasil mendeteksi teriwongan tersebut dibuat oleh Hizbullah, yang merupakan kelompok gerilya dukungan Iran.

Israel mengumumkan operasi militer pencarian terowongan bawah tanah pada Desember 2018. Operasi ini menimbulkan ketegangan antara kedua belah pihak.

Berkoordinasi dengan penjaga perdamaian di Lebanon, Israel mengatakan tidak ingin meningkatkan eskalasi soal ini.

“Semua terowongan bawah tanah telah diekspos dan telah dihancurkan atau akan dihancurkan,” kata Letnan Kolonel Jonathan Conricus, juru bicara militer Israel, kepada media seperti dilansir Reuters, Minggu (13/1/2019).

Baca Juga :  Sadis, Pria Ini Perkosa Bocah 4 Tahun, Membunuhnya Lalu Mengulitinya

Hizbullah dan Israel terlibat perang besar terakhir pada 2006. Kondisi diperbatasan Lebanon – Israel ini relatif sepi dari konflik meskipun keduanya bertempur di wilayah Suriah. Hizbullah membantu Damaskus mengalahkan pasukan milisi pemberontak.

Loading...

Militer Israel sebelumnya mengungkap ada lima terowongan bawah tanah yang terdeteksi. Lalu ada satu lagi ditemukan pada Sabtu (12/1/2019),  dengan kedalaman 55 meter dan masuk ke dalam wilayah Israel sejauh puluhan meter. Jarak kedua titik di Israel dan Lebanon mencapai 800-an meter.

“Menurut penilaian kami, tidak ada lagi terowongan bawah tanah yang melintas ke Israel,” kata Letnan Kolonel, Jonathan Conricus. Namun, Hizbullah masih memiliki sejumlah fasilitas bawah tanah di Lebanon.

Baca Juga :  Hidupkan Kembali Hukuman Mati, Sri Langka Buka Lowongan Kerja untuk Algojo

Sejauh ini, Hizbullah tidak mengomentari temuan terowongan bawah tanah ini, yang keberadaannya telah dikonfirmasi oleh pasukan UNIFIL, yang menjaga perdamaian dengan mandat PBB.

Menurut analisis intelijen Israel, terowongan ini dibuat secara rahasia selama beberapa tahun. Ini merupakan bagian dari rencana Hizbullah untuk mengirim sekitar 1.500 pejuang dengan serangan mendadak ke komunitas utara dan markas militer pada peperangan di masa depan.

Media Jpost melansir Operasi Tameng Utara atau Operation Northern Shield telah dinyatakan berakhir. Salah satu terowongan terbesar berasal dari desa di Ramiya di Lebanon dan menginfiltrasi belasan meter ke dalam wilayah Israel. #tempo.co


Loading...