JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Malam Tahun Baru, Masyarakat Tumpah Ruah di Malioboro

ibuan orang tumpah ruah di Jalan Malioboro, Yogyakarta, di malam pergantian tahun menuju 2019. tempo.co
ibuan orang tumpah ruah di Jalan Malioboro, Yogyakarta, di malam pergantian tahun menuju 2019. tempo.co

JOGJA – Ribuan orang memadati sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, mulai dari ujung utara hingga ujung selatan di Titik Nol Kilometer, Senin (31/12/2018). Masyarakat yang tumpah ruah tersebut ingin menikmati malam tahun baru di jantung kota Jogja itu.

Dalam pantauan Tempo, kepadatan itu mulai terjadi sejak pukul 20.00 WIB. Malioboro ditutup dari akses kendaraan sejak pukul 15.00 WIB dan secara bertahap penutupan akses jalan terjadi di kawasan wisata ring II dan III pada pukul 17.00 dan 19.00 WIB.

Padatnya jalan Malioboro terpantau seperti di titik panggung depan komplek Kantor Gubernur Kepatihan. Para pengunjung memadati titik itu karena menunggu penampilan grup musik Letto dan Jogja Hip Hop Foundation yang dijadwalkan manggung menjelang detik pergantian tahun.

Baca Juga :  Inovasi Helm Gatotkaca yang Mampu Ukur Suhu Tubuh dari Jarak hingga 9 Meter, Digunakan di Polres Banjarnegara

Karena padatnya titik depan Kantor Kepatihan itu, untuk jalan kaki saja warga harus antre. Baik di jalan maupun trotoar penuh manusia. Kepadatan makin menjadi karena di trotoar sisi timur juga masih beroperasi warung warung lesehan kaki lima. Sedangkan di trotoar barat pedagang kaki lima cinderamata juga berjualan. Praktis akses warga lebih banyak ke tengah jalan.

Warga sebagian tampak menikmati keramaian di kawasan itu dengan menyaksikan penampilan sejumlah grup musik pembuka yang membawakan tribute The Beatles dan juga tari modern. Namun ada pula yang hanya duduk-duduk atau tertidur di trotoar sisi kanan dan kiri Jalan Malioboro.

Setidaknya ada tiga panggung pentas seni yang disediakan Pemerintah DIY untuk menyemarakkan perayaan pergantian tahun di Malioboro. Selain panggung musik, juga ada pentas karawitan, serta pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Baca Juga :  Pulang dari Banten dan Surabaya, 4 Warga Gunungkidul Positif Covid-19

Firdaus, 35, seorang pengunjung asal Sukoharjo mengaku ingin melewatkan pergantian malam tahun baru di Malioboro bersama rekan rekannya karena ingin nuansa berbeda saja. “Rencananya habis tahun baru langsung ke pantai-pantai di Yogya,” ujar dia.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti sebelumnya menyatakan libur tahun baru ini akan menerjunkan satuan petugas yang menyamar untuk mengawasi praktik dagang di kalangan kaki lima. “Kami tak mau terjadi ada warung lesehan yang menjual dagangan dengan harga tak wajar atau nuthuk wisawatan, kami akan awasi itu,” ujar Haryadi.

www.tempo.co