loading...

JAKARTA– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tertipu oleh seorang pria pengangguran. Akibatnya, Mendagri mengalami kerugian Rp 10 juta, dan sayangnya, duit hasil menipu tersebut habis untuk berjudi.

Namun kasus tersebut akhirnya berhasil diungkap oleh Polisi. Pembantu Unit II Reserse Mobile Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Reza Pahlevi menyebut tersangka pelaku penipuan itu adalah NSN, seorang pria berusia 35 tahun.

Penipuan menggunakan modus mengaku sebagai Shintawaty Sri Utami, Kepala Sekolah SD Rejosari, Semarang, tempat Tjahjo bersekolah dulu.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Griya Kebraon Surabaya, Penyebabnya Diduga Ngecas HP di Kasus, Begini Kronologinya

Reza mengatakan tersangka meminta sumbangan dana sebesar Rp 10 juta untuk pembangunan musala di sekolah tersebut. Sebelumnya, NSN mendapat nomor kontak Tjahjo dari sebuah grup dalam aplikasi percakapan di telepon genggam.

Tjahjo terpedaya oleh pria pengangguran itu. Tjahjo pun memerintahkan stafnya untuk mentrasfer uang ke rekening milik NSN. Tapi, setelah diminta konfirmasinya, sekolah menyatakan tidak ada pembangunan musala dan tak pernah meminta uang kepada Tjahjo. Dijelaskan pula kalau NSN tidak terdaftar sebagai kepala sekolah.

Baca Juga :  MA Tolak Kasasi Bos First Travel, Begini Nasib Jamaah Umrohnya

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono (tengah) bersama jajaran unit Reserse Mobile Polda Metro Jaya saat konferensi pers di kantornya pada Senin (21/1/2018).

Loading...

“Staf Pak Menteri kemudian membuat laporan karena kasus tersebut,” tutur Reza sambil menambahkan NSN berhasil ditangkap di Pondok Gede, Bekasi, pada 4 Januari lalu.

“Pelaku menggunakan uang tersebut untuk bermain judi,” ujarnya lagi.

Akibat perbuatannya itu, NSN dijerat polisi dengan pasal berlapis dalam KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta UU tentang Tindak Pidana Pencucian. Ancaman terberatnya penjara selama 20 tahun dengan denda Rp 10 miliar.  

Baca Juga :  OJK Ingatkan, Jangan Pinjam Lewat Fintech Ilegal, Hanya 99 Ini yang Legal

www.tempo.co


Loading...