JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Minggu Depan Keputusan Dewan Pers Soal Tabloid Indonesia Barokah

Ilustrasi/ anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Joko Wuryanto menunjukkan tabloid Indonesia Barokah yang diamankan dari Kantor Pos

JAKARTA– Dewan pers masih menunggu kedatangan para awak Tabloid Indonesia Barokah untuk dimintai keterangan. Surat panggilan telah dilayangkan ke alamat yang tertera di boks redaksi.

Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, para awak tabloid tersebut rencanya akan diwawancarai, guna menentukan sikap Dewan Pers terhadap tabloid tersebut.

Meski demikian, pihak Dewan Pers ujar Yosep, menegaskan

minggu depan analisis konten terhadap tabloid tersebut bakal tuntas. Analisis konten dilakukan untuk membuktikan kesahihan tabloid itu sebagai produk jurnalistik atau bukan.

“Minggu depan, acuan Dewan Pers bukan deadline tapi melewati proses yang ada,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetya saat dihubungi Sabtu (26/1/2019).

Baca Juga :  Dijerat Pasal Berlapis, Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Pidana Maksimal Hukuman Mati

Memang, Dewan Pers telah memberikan kesimpulan sementara dari analisa mengenai konten Tabloid Indonesia Barokah. Hasilnya, tidak ditemukan pekerjaan jurnalistik dalam tabloid itu.

“Meskipun hasilnya belum utuh, kami melihat (Indonesia Barokah) lebih berupa berita-berita round up pemberitaan yang sudah ada dari media lain,” kata Stanley.

 

Menurutnya, tak ada wawancara langsung dengan narasumber dalam pemberitaan. Tabloid itu tidak menyertakan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi kepada narasumber yang disebutkan dalam yang mereka tayangkan.

Dewan Pers juga memeriksa awak redaksi yang tertulis namanya dalam tabloid itu. Namun tak ada satupun nama mereka yang tercatat pernah mengikuti uji kompetensi wartawan di Dewan Pers.

Baca Juga :  Kasus Temuan Mayat Termutilasi di Kalibata City: Pelaku Ditangkap, Motif dan Kronologi Pun Terungkap. Pelaku adalah Pasangan Kekasih yang Incar Harta Korban

 

Analisis ini dilakukan setelah Dewan Pers bekerja sama dengan Polri dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terutama Bawaslu Jawa Tengah. Mereka mendapatkan tabloid itu dan mengkajinya.

Stanley mengatakan Dewan Pers akan melengkapi analisis dengan mewawancarai pengurus tabloid Indonesia Barokah. Surat panggilannya sudah dikirim ke alamat redaksi seperti tertera di tabloid.

Namun tim Dewan Pers yang mendatangi langsung ke alamat itu menyatakan tidak menemukan kantor redaksi. “Kami masih menunggu (kedatangan mereka).”

Setelah mendengar keterangan dari pengurus tabloid Indonesia Barokah, Dewan Pers akan menentukan sikap.

“Bukan tidak mungkin arahnya adalah kami akan merekomendasikan ini untuk ditangani Polri,” ujarnya.

www.tempo.co