JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Operasi Pengecilan Lambung Titi Wati, Perempuan Berbobot 220 Kg asal Kalteng Berjalan Lancar

Kisah seorang wanita, Titi Wati (37) memiliki bobot 350 kilogram. Ia hanya bisa berbaring di rumahnya di Jalan G Obos XXV Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) karena mengalami obesitas.
Kisah seorang wanita, Titi Wati (37) memiliki bobot 350 kilogram. Ia hanya bisa berbaring di rumahnya di Jalan G Obos XXV Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) karena mengalami obesitas.

JOGLOSEMARNEWS – Operasi pengecilan lambung atau Bariatrik terhadap Titi Wati, perempuan yang memiliki berat badan 220 kilogram berjalan lancar, Selasa (15/1/2019)

Tim dokter gabungan dari Bali dan Kalimanten Tengah berhasil menyelesaikan operasi pengecilan lambung atau Bariatrik terhadap Titi Wati dalam waktu 1,25 Jam.

Proses operasi pengecilan lambung ini dilaksanakan oleh sepuluh dokter sekaligus.

Dokter yang melakukan operasi yakni dokter dari Kalteng empat orang yakni spesialis bedah digestif satu orang Spesialis Anastesi dua orang, satu dokter bedah sedangkan dari Bali enam orang dokter yakni, ahli bedah Digestif konsultan, Anastesi dan anastesi intensif care dan dokter bedah dua orang serta juga ada dokter rawat bedah.

Baca Juga :  Jalani Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta, Seorang Perempuan Mengaku Diperas dan Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Dokter

Ketua Tim Dokter yang melakukan operasi Titi Wati, I Gede Eka Rusdi Antara, mengatakan, pelaksanaan operasi berlangsung dengan baik dan lancar selama sekitar satu jam lima belas menit dengan penanganan sepuluh dokter dan sesuai dengan rencana.

Dia mengatakan, dalam proses operasi, tim dokter tidak menemukan kendala berarti. Hanya saja, lemak di dalam tubuh pasien cukup tebal sehingga tim dokter mencari bagian lemak yang paling tipis, setebal 15 centimeter.

“Setelah dilakukan operasi pertama ini kami akan kembali melakukan operasi tahap kedua setelah adanya penyusutan berat badan berkisar antara 50-60 kilogram, sekitar enam sampai delapan bulan kedepan.

Baca Juga :  KPK Tengarai ada Beberapa Persoalan Pengelolan Aset di GBK

” Setelah dilakukan operasi ini makanan pasien akan diatur untuk menurunkan berat badannya,” ujarnya.

Lebih jauh dia mengatakan, biasanya paska operasi yang dilakukan hari ini akan terjadi penyusutan berat badan pasien yang berkisar antara 15 kg sampai 25 kg.

” Ini akan dipantau terus hingga saatnya pasien dilakukan operasi lanjutan untuk tahap dua nanti, sehingga volume makanan diatur termasuk jenis makanannya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien,” ujarnya.

www.tribunnews.com