JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pasca Merugi Ratusan Juta, PUD Aneka Usaha Karanganyar Buka Lembaran Baru. Gelar Seleksi 18 Karyawan Kontrak, Satu Peserta Mangkir 

Ilustrasi seleksi
Ilustrasi seleksi

KARANGANYAR- PUD Aneka Usaha Karanganyar agaknya mulai membuka lembaran baru. Setelah dilanda badai kerugian ratusan juta akibat kebobrokan manajemen, kini penataan mulai dilakukan.

Salah satunya dengan menggulirkan rekrutmen karyawan baru yang diklaim bakal berjalan obyektif.

Perusahaan Daerah milik Pemkab Karanganyar itu menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS untuk menggelar seleksi terhadap calon karyawan kontrak mulai Senin (14/1/2019) hingga hari ini Selasa (15/1/2019).

Ada sebanyak 17 tenaga kontrak PUD Aneka Usaha Karanganyar mengikuti assessment di LPPM UNS.

Hanya 17 orang dari total 18 tenaga kontrak di perusahaan umum daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar mengikuti proses assessment. Satu orang mangkir dari tes.

Direktur PUD Aneka Usaha, Untung Sriyanto mengungkapkan assessment adalah rangkaian proses mengetahui kemampuan seseorang, kompetensi berdasarkan bukti-bukti. Assessment dilaksanakan bekerja sama dengan UNS. Assessment dilaksanakan dua hari yakni Senin hingga Selasa meliputi tes tertulis, psikotest, wawancara, dan kemampuan bekerja sama.

Baca Juga :  Debut Baru Mengesankan, Kesebelasan Persika Karanganyar Sukses Beri Kemenangan Perdana Usai Libas PS Demak 2-0

Ia menyampaikan satu orang tidak mendaftar mengikuti asessment. Tetapi, dia tidak menjelaskan detail alasan orang tersebut.

“Yang mendaftar ikut 17 orang. Yang satu orang tidak ikut daftar. Itu nanti diserahkan kebijakan direktur dan dewan pengawas. Kami laporkan ke Bupati,” kata dia saat dihubungi wartawan Senin (14/1/2019).

Proses assessment itu menindaklanjuti masukan sejumlah pihak. Salah satunya Komisi B DPRD Karanganyar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Taman Wisata Edukasi Dirgantara Edupark dan Kolam Renang Intanpari. Saat itu Komisi B DPRD mengusulkan tiga hal, yakni rekrutmen pegawai oleh pihak ketiga, membenahi manajemen keuangan dan SDM, membereskan aset.

“Ini fokus bukan karyawan baru tapi karyawan yang lama di-assassment. Hasil dari LPPM UNS akan keluar tanggal 25 Januari. Kemungkinan hasil berupa apakah layak atau tidak layak. Panitia akan melaporkan rekomendasi atau hasil assessment kepada direksi lalu kami sampaikan ke dewan pengawas dan Bupati,” jelas dia.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Paryono Ingatkan Para Calon Bupati-Wabup. "Nekat Langgar Protokol Kesehatan Bisa Langsung Didiskualifikasi!"

Untung menyebut bahwa ketua panitia assessment adalah Titis Sri Jawoto. Titis menjabat Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) dan tercatat sebagai dewan pengawas PUD Aneka Usaha. Dia berharap assessment tersebut dapat memberikan kejelasan nasib bagi tenaga kontrak PUD Aneka Usaha.

“Mereka sudah tiga tahun lebih berstatus tenaga kontrak. Setelah ini kan bisa jelas biar nyaman. Mau capeg atau diperpanjang lebih jelas, enak. Jadi kami belum ada penambahan, masih sama,” pungkas Untung. Wardoyo