Beranda Umum Nasional Prabowo Tegaskan Takbir untuk Memuliakan Tuhan, Bukan Ancaman

Prabowo Tegaskan Takbir untuk Memuliakan Tuhan, Bukan Ancaman

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa para pendukungnya sebelum menyampaikan pidato kebangsaan di JCC Senayan, Senin, 14 Januari 2019. Indonesia Menang merupakan tagline visi-misi Prabowo-Sandiaga yang baru, yang dinyatakan untuk rakyat. tempo.co
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa para pendukungnya sebelum menyampaikan pidato kebangsaan di JCC Senayan, Senin, 14 Januari 2019. Indonesia Menang merupakan tagline visi-misi Prabowo-Sandiaga yang baru, yang dinyatakan untuk rakyat. tempo.co

JAKARTA – Calon presiden (Capres) Prabowo Subianto, mengatakan Islam di Indonesia adalah Rahmatan lil alamin (menjadi rahmat bagi semesta), yang melindungi semua golongan. Prabowo meminta tak ada lagi stigma negatif terhadap satu golongan dari kalangan umat Islam di Indonesia.

“Tolong, ini penting bagi semua kalangan, kalau dengar takbir atau Allahu Akbar jangan persoalkan itu. Itu bukan ancam siapa-siapa, itu memuliakan Tuhan yang kami cintai, Tuhan Yang Maha Besar,” katanya saat membacakan pidato kebangsaan bertema Indonesia Menang di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, malam tadi, Senin, (15/1/2018).

Prabowo berkata agama selain Islam juga memiliki kalimat pujian untuk tuhannya masing-masing. Ia pun mempersilakan mereka jika ingin menyampaikannya seperti umat Islam. “Silakan saudara yang Nasrani (bilang) haleluya, yang Hindu dan Buddha saya tidak tahu apa (ucapannya), tapi silakan. Bangsa kita kalau religius bukan berarti ekstrem atau fanatik,” ucapnya.

Baca Juga :  Diisukan Kabur ke New York usai Mens Rea Meledak, Ini Klarifikasi Pandji Pragiwaksono

Selain itu, Prabowo berjanji jika terpilih sebagai presiden tidak akan mengabaikan golongan minoritas di Indonesia. Untuk meyakinkan pendukungnya ia menceritakan pengalamannya dan Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Djoko Santoso, serta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat masih menjadi prajurit muda di TNI.

Ia berkisah saat dirinya, SBY, dan Djoko Santoso masih seorang prajurit muda di TNI, mereka biasa hidup berdampingan dengan prajurit lain yang berbeda agama dan suku. Bahkan, kata dia, komandan mereka pernah seseorang yang beragama Katolik.

Atas dasar itu, Prabowo menjamin jika terpilih sebagai presiden tetap memperhatikan kalangan minoritas. “Tidak mungkin Djoko Santoso, tidak mungkin SBY ancam golongan minoritas lain,” tuturnya.

Baca Juga :  PDIP Konsisten Dukung Pilkada Langsung, Ganjar Ingatkan Sejarah Reformasi

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.