JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Ternyata Ini yang Terjadi Ketika Padi Diserang Tikus

Gropyokan tikus di Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Sukoharjo.
Gropyokan tikus di Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

SUKOHARJO-Tikus benar-benar merupakan musuh petani. Serangannya berakibat tanaman seperti padi rusak hingga membuat produksi merosot.

Lantaran itu, para anggota Koramil 08 Baki Kodim 0726 Sukoharjo dipimpin Danramil Kapten Inf Suroto, aktif membantu para petani di desa Bentakan, Kecamatan Baki. Mereka membersihkan saluran irigasi di area persawahan tersebut.

Kegiatan bersih irigasi dilanjutkan dengan gropyokan tikus. Sekitar 30 orang, ramai-ramai membabat rumput-rumput liar dan mengangkat sampah di aliran saluran irigasi tersebut agar arus air irigasi berjalan dengan lancar. Sementara gropyokan tikus dilaksanakan saat itu untuk mengantisipasi padi gagal tumbuh.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

“Karena untuk diketahui bahwa tikus tidak hanya mengganggu atau mencuri bulir padi. Namun juga sering merusak tanaman padi yang baru tumbuh,” kata Danramil, Jumat (18/1/2019).

Tikus, jelas dia, tidak menyerang untuk mencari makan, tapi serangan hanya mematikan tanaman. Ketika padi muda diserang, pertumbuhan tanaman padi terganggu.

Baca Juga :  COVID-19 Sukoharjo, Terkini Pasien Meninggal Tambah 4 Menjadi 28 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 12 di Angka 578

Tanaman yang patah diserang tikus biasanya tumbuhnya tidak optimal. Sebagian tangkainya malah bisa hilang. Bila tanaman gagal tumbuh, butir padi yang dihasilkan per batangnya juga akan sedikit. Aris Arianto