loading...
Loading...
Ilustrasi video mesum

SRAGEN- Kasus video mesum yang diperankan sejoli sesama buruh di Sragen kembali memunculkan fakta baru. Kadus Sidodadi Masaran, Joko Susilo menyampaikan sejak beredar berita video mesum itu, pihaknya langsung melakukan penelusuran.

Dari hasil pengecekan ke semua warga, tak ada warga Prayunan, Sidodadi yang berinisial FH dan bekerja di pabrik.

“Setelah kami cek, dari teman saya di Desa Jati, ternyata inisial FH itu ada di Dukuh Manggis Jati,” ujar Joko, Sabtu (19/1/2019).

Joko menyampaikan data itu untuk menepis keresahan warganya lantaran sempat beredar kabar FH berasal dari Sidodadi Masaran.

Baca Juga :  Napi Cilik Yang Kabur dari Lapas Sragen Diimbau Segera Menyerahkan Diri. Kalapas:  Kami Buru Sampai Ujung Dunia Mana Pun! 

Sebelumnya, data yang dirilis Humas Polres Sragen mencatat FH tertulis dengan alamat Sidodadi Masaran.

Kasat Reskrim AKP Harno mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, Jumat (18/1/2019) mengungkapkan saat ini tersangka pemeran pria sekaligus penyebar video itu, MAR (32) sudah diamankan di Polres Sragen.

Ia menyampaikan dari keterangan tersangka ia membagikan video itu pada Kamis tanggal 3 Januari 2018 sekira jam 04.56 WIB. Pertama kali video disebar ke  teman FH satu bagian kerja berinisial IB. IB kemudian sempat mengirimkan ke saksi lain berinisial YR.

Baca Juga :  Kecelakaan 2 Motor di Jalan Desa Plupuh Sragen. Nyelonong Belok, Pemotor Alami Kepala Robek Digasak Emak-emak 

“Setelah itu video tersebut sudah tersebar di di kalangan rekan kerja korban maupun terlapor. Mengetahui video dan gambar telah tersebar kemudian pada hari Selasa 15 Januari 2019 jam 13.00 WIB, korban datang ke Polres Sragen untuk melaporkan perbuatan MAR,” urai Kasat Reskrim.

Penyebaran video itu dibenarkan rekan-rekan sepabrik FH maupun MAR. Salah satu teman FH, YAN, mengaku sempat mendengar ada video asusila buruh di pabriknya yang dishare ke grup WA satu bagian kerja.

Baca Juga :  Baiq Nuril Tak Bisa Menahan Tangisnya Saat Bacakan Surat untuk Jokowi

Kasat Reskrim menambahkan pihaknya menetapkan satu tersangka dalam kasus itu yakni MAR. Yang bersangkutan bakal dijerat dengan UU ITE.

Yakni dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau menstransmisikan  dan atau membuat dapat di aksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

“Itu sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 1 UURI No19 thn 2016, tentang perubahan atas Undang-undang RI No.11 tahun 2008 tentang Inormasi dan Transaksi Elektronik,” papar Kasat Reskrim. Wardoyo

 

Iklan
Loading...