JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tragis, Petani Ini Tewas Bersimbah Darah demi Mencegah Pencurian Motor

ilustrasi
ilustrasi

BOGOR– Nahas benar nasib petani tua ini. Gara-gara bermaksud menolong orang lain yang kecurian seoeda motor, nyawanya juatru melayang.

Eloy bin Sani (55), nama petani warga Cileungsi Kabupaten Bogor  itu, tewas bersimbah darah setelah perutnya ditembus timah panas dari pistol milik pencuri sepeda motor, Sabtu (12/1/2019).

Kepala Polsek Cileungsi Komisaris Asep Fajar mengatakan Eboy ditembak didiga karena mengetahui aksi kejahatan pelaku.

Menurut Asep, Eloy tewas karena luka tembak di bagian perut. Peristiwa bermula saat banyak warga menonton pertandingan sepak bola di Stadion Mini Limusnunggal, RT02/03, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, pukul 10.30 WIB.

Tiba-tiba, dari pinggir stasion seorang warga yang mengetahui sepeda motornya hendak dicuri pelaku berteriak “maling.” Lantas, dua orang yang diduga pelaku melarikan diri berboncengan menggunakan sepeda motor  Honda Beat warna putihpelaku kea rah pertigaan samping stadion.

Baca Juga :  Kabar Rencana Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia, Polri Tidak Siapkan Pengamanan Khusus: Kalau Mau Pulang Silakan Saja

Eboy yang sedang memangkas rumput menggunakan sebilah parang, mendengar teriakan tersebut, lantas bergegas menuju pertigaan samping stadion.

“Korban yang saat itu sedang memotong rumput di ladangnya mendengar teriakan dari aras stadion yang tak jauh dari ladangnya,” kata Asep kepada Tempo, Ahad, 13 Januari 2019.

Eboy yang heroik mengangkat parangnya sempat berhasil menghentikan laju sepeda motor pencuri. “Eloy menyetop motor pelaku dengan menggunakan parang di pertigaan samping Lapangan bola,” ujar Asep.

Warga lain yang berdatangan ikut mengerumuni pelaku yang berjumlah dua orang. Karena merasa terancam, salah seorang pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakkan senjatanya kepada Eloy.

Baca Juga :  Selain Divonis Bui Seumur Hidup, Benny Tjokro Harus Bayar Uang Pengganti Rp 6 T

“Salah satu pelaku yang dibonceng menembak Eloy sebanyak satu kali dari jarak sekitar empat meter, sehingga mengenai mengenai perut bagian kanan, dan korban langsung ambruk,” kata Asep.

Usai menembak, pelaku memperingatkan warga agar tidak mendekat dengan menembakkan senjata satu kali lagi ke atas. Kedua pelaku kemudian kabur dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat putih.

Adapun Eboy, petani heroik Cileungsi, itu dilarikan warga ke Rumah Sakit M.H. Thamrin, Cileungsi. “Namun, setelah dirawat selama dua jam, Eloy tewas di RSM.H. Thamrin,” kata Asep.

Hingga kini polisi masih memeriksa beberapa saksi dan melakukan olah tempat kejadian guna mengidentifikasi para pelaku. Sedangkan pelaku masih dalam pengejaran polisi.

www.tempo.co