loading...
Humas UNS

SOLO– Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melengkapi tempat ibadah yang ke enam, Klenteng Sinar Kebajikan untuk agama Konghucu. Peletakan batu pertama untuk bangunan yang menelan biaya Rp 700 juta tersebut dilakukan Kamis (24/1/2019), di kawasan tempat ibadah UNS Solo.

Rektor UNS Surakarta, Prof Ravik Karsidi mengungkapkan, pembangunan Klenteng Sinar Kebajikan Kongchu Bio dilakukan kerjasama dengan komunitas Tionghoai Kota Solo.

“Seperti visi misi kami yaitu mewujudoan kampus Benteng Pancasila dan wujud toleransi antar umat beragama. Kami bekerjasama dengan komunitas Tionghoa Kota Solo menargetkan pembangunan klenteng selesai sebelum Dies Natalis kampus yaitu 11 Maret 2019,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini 66 Titik  CCTV untuk E-Tilang di Kota Solo, Ingat! Mulai Berlaku Besok Rabu

Klenteng Sinar Kebajikan sendiri dibangun dengan ukuran 10×10 meter persegi dan akan dibuka untuk umum.

“Konsep pembangunan kelenteng sama seperti pembangunan tempat ibadah yang dilakukan UNS sebelumnya. UNS menyerahkan pembangunan tempat ibadah itu kepada umat. Seperti pembangunan masjid yang merupakan sumbangan komunitas muslim. Pembangunan Pura disumbang komunitas Bali, bahkan batu batanya dari Bali. Gereja juga sama polanya,” imbuh Ravik.

Baca Juga :  Punya Hubungan Batin, UMS Dipilih Kembangkan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir Bersama UGM dan UIN Malang

Sementara itu, Pimpinan Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Js Budi Suniarto mengapresiasi pembangunan kelenteng di kompleks Kampus UNS Solo. Pembangunan kelenteng itu memberikan kesempatan bagi umat Konghucu yang menempuh kuliah di UNS untuk melaksanakan ibadah di kelenteng.

Loading...

“Mudah-mudahan pembangunan kelenteng yang dilakukan UNS bisa menjadi inspirasi bagi universitas negeri lain di Indonesia bisa mengikuti jejak ini dengan menyediakan tempat ibadah enam agama. Tentu ini merupakan langkah konkret (nyata) mengenai adanya toleransi,” tukasnya. Triawati PP


Loading...