JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Di Balik Aksi Sindikat Karanganyar Pembobol Rp 2,2 M di Mall Luwes Sragen. Berbagi Peran, Eksekutor Brankas Sudah Sembunyi di Lantai 2 Sebelum Mall Tutup! 

Sindikat pembobol brankas Mall Luwes Sragen saat dikeler di Mapolres, Rabu (6/2/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sindikat pembobol brankas Mall Luwes Sragen saat dikeler di Mapolres, Rabu (6/2/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN– Aksi pembobolan brankas berisi uang Rp 2,2 miliar di Mall Luwes Sragen yang terjadi Kamis (31/1/2019) pagi benar-benar mengenyakkan. Tak hanya uang yang berhasil dibawa kabur oleh para pelaku mencapai lebih dari Rp 2,2 miliar, aksi mereka juga berjalan mulus lantaran para pelaku sudah berbagi peran.

Tetapi, tidak lebih dari tiga hari, jajaran Polres Sragen berhasil menangkap sindikat yang berjumlah sebanyak tiga orang itu. Diantaranya Supriyanto (34), Narwan (38) dan Risang Gilang (21). Ketiganya merupakan warga Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari hasil pengungkapan polisi, aksi sindikat yang diotaki Supri itu terbilang cukup rapi. Semua peralatan sudah dipersiapkan sebelumnya dan personel dibagi peran dalam beraksi.

Seperti mesin gerinda listrik, mesin bor listrik dan sejumlah peralatan lainnya.

Pembobolan brankas dilakukan dinihari atau sebelum toko serba ada itu buka.

Otak pembobolan, Supri alias Kohing sudah merencanakan dengan matang aksinya. Yakni dia memilih Narwan untuk bekerja sendiri membobol brankas.

Baca Juga :  Awas, Pencurian Pompa Diesel dan Sibel di Persawahan Tanon Sragen Kembali Merajalela. Pelaku Nekat Beraksi Siang Bolong Hingga Menjelang Pagi, Yang Disasar Dekat Jalan!

Agar aksinya berjalan lancar, Narwan ditugasi untuk sembunyi terlebih dahulu di Mall tersebut. Narwan sembunyi di lantai dua tempat arena permainan sejak mall tutup sampai dia kemudian beraksi dinihari.

Narwan melakukan aksinya sendirian. Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Supri dan Risang menunggu di luar sambil mengawasi situasi di luar. Selesai menggasak brankas, Narwan juga menggondol sepeda motor Honda Revo di dalam mall untuk sarana kabur.

“Yang mendapatkan tugas untuk membobol brankas ini hanya satu orang yakni Narwan. Rencananya kan dua, dengan Risang, tetapi tidak jadi,” ungkap Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan di hadapan wartawan Rabu (6/2/2019).

Setelah berhasil membobol brankas yang berisi uang lebih dari Rp 2,2 miliar. Narwan langsung membawa uang tersebut keluar dari Toserba. Pelaku sempat membawa salah satu motor yang terparkir di Toserba tersebut.

Baca Juga :  Didepak Golkar di Detik-detik Akhir, Sukiman Mengaku Kaget dan Heran. Ungkap Sempat Diperintah Ambil SK Rekomendasi di DPP, Tapi Ternyata...

“Uang yang ada di dalam brankas tidak dibawa semuanya, tapi disisakan sekitar Rp 300 juta. Sedangkan tas yang digunakan untuk membawa uang Rp 2,2 miliar didapat dari Toserba itu. Jadi semuanya ada di Toserba,” ungkapnya. Setelah berhasil mengambil uang, para pelaku lantas menggunakannya untuk berbagai keperluan. Narwan menggunakan untuk berfoya-foya dan karaoke. Ada juga untuk membeli emas, ditabung dan juga untuk membeli mobil Daihatsu Xenia.

Salah serang pelaku, Narwan mengaku, uang yang didapatkannya tersebut hanya untuk bersenang-senang saja.

“Ya untuk bersenang-senang. Soal uang yang ditinggal di brankas karena terlalu berat, jadi tidak saya bawa,” ungkap pelaku yang berprofesi sebagai tukang las itu.

Mereka mengaku belum sempat membagi uang hasil pembobolan. Namun sebagian sempat dibelanjakan dan dimasukkan ke rekening sebelum kemudian dibekuk aparat.

Ketiganya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara selama tujuh tahun penjara. Wardoyo