JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diguyur Hujan, Proyek Talud di Blangu Gesi Juga Ambrol 20 Meter. Kualitas Rekanan dan Kinerja DPU-PR Jadi Sorotan 

Talud di Blangu, Gesi, yang ambrol diterjang hujan deras. Foto/istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Talud di Blangu, Gesi, yang ambrol diterjang hujan deras. Foto/istimewa

SRAGEN- Kualitas pekerjaan proyek di 2018 kembali menjadi sorotan. Pasalnya proyek-proyek yang baru seumur jagung dibangun, satu persatu mulai rontok diterpa kerusakan.

Setelah 2 talud di jalur Juwok-Sukodono ambrol, kini talud di jalur Blangu, Gesi yang belum lama dibangun juga dilaporkan menyusul ambrol.

Talud yang ambrol itu terjadi di Dukuh Wahyu RT 4C, Desa Blangu, Kecamatan Gesi. Bangunan talud itu ambrol pada Jumat (8/2/2019) petang pukul 17.30 WIB.

“Yang ambrol di Dukuh Wahyu RT 4 C, Desa Blangu, Kecamatan Gesi dekat rumah Pak Agus Carik Blangu,” ujar Divisi Hukum dan HAM LSM Formas Sragen, Sri Wahono, Kamis (14/2/2019).

Baca Juga :  Bos Investasi Rangrang CV MSB Ditahan Polda, Gudang Produksi Semut Rangrang di Taraman Sragen Berubah Lengang Bak Kuburan

Talud yang ambrol itu sepanjang 20 meter. Talud ambrol setelah hujan deras mengguyur sejak siang hari.

“Talud kelihatannya belum lama dibangun,” urainya.

Wahono menyayangkan banyaknya proyek yang rusak padahal belum lama selesai dikerjakan. Menurutnya hal itu menunjukkan kinerja DPU PR, pengawas dan rekanan yang mengerjakan, kurang konsisten.

“Ketika baru selesai dibangun trus rusak, berarti kan pasti ada yang tidak beres. Entah kualitas pengerjaan, material, pemenuhan speknya perlu dipertanyakan. Termasuk rekanannya. Untuk apa spesifikasi lelang dibuat dan ditambah syarat macem-macem yang akhirnya memberatkan, tapi kalau akhirnya rekanan yang menang pun kerjaannya juga cepat rusak,” tukasnya.

Baca Juga :  Modal Dengkul dari Rumah, Pencuri Ini Nekat Naik Bus Sumber Selamat Turun di Sragen. Hanya Hitungan Menit, Pulang Sudah Bawa Motor dan HP milik Warga Sambungmacan

Atas kondisi itu, ia berharap pihak terkait segera turun tangan. Selain perbaikan proyek yang rusak, pengusutan terhadap kerusakan dan kinerja rekanan juga perlu dilakukan.

“Kalau perlu rekanan yang kerjaannya nggak bagus dan rusak itu diberikan sanksi atau diblokir saja. Karena proyek itu dibangun dari uang rakyat dan rakyat berhak mendapatkan pekerjaan yang bagus,” tandasnya. Wardoyo